Pantai Losari adalah salah satu tempat yang paling melekat dengan Kota Makassar. Lokasinya berada di kawasan Jalan Penghibur, menghadap langsung ke laut, dan menjadi ruang publik yang ramai dikunjungi warga serta wisatawan. Pantai Losari dikenal sebagai atraksi wisata ikonik Makassar, terkenal dengan pemandangan matahari terbenam, buka 24 jam, dan tidak mengenakan biaya masuk kepada pengunjung.
Bagi wisatawan yang baru pertama kali tiba di Makassar, Pantai Losari sering menjadi titik awal untuk merasakan suasana kota. Di sini, pengunjung bisa berjalan di anjungan, berfoto di tulisan besar Pantai Losari, menikmati angin sore, melihat kapal di sekitar laut, serta mencicipi kuliner khas seperti pisang epe, mie titi, coto Makassar, dan es pisang ijo.
Wajah Pantai Losari yang Selalu Hidup dari Pagi sampai Malam

Pantai Losari bukan pantai berpasir seperti banyak destinasi pesisir lain. Kawasan ini lebih dikenal sebagai anjungan kota di tepi laut, tempat orang datang untuk berjalan santai, duduk menikmati angin, berolahraga ringan, berfoto, dan menunggu matahari tenggelam. Karakter inilah yang membuat Losari terasa sangat dekat dengan kehidupan harian warga Makassar.
Anjungan Luas Menghadap Laut
Daya tarik utama Pantai Losari terletak pada anjungan luas yang terbuka untuk pengunjung. Area ini memberi ruang bagi wisatawan untuk berjalan pelan, duduk bersama keluarga, mengambil foto, atau sekadar melihat laut tanpa harus masuk ke area pantai berpasir. Karena berada di pusat kota, Losari mudah dimasukkan ke agenda perjalanan singkat, baik untuk wisata keluarga maupun wisata kuliner.
Pada sore hari, suasana anjungan mulai ramai. Warga kota, wisatawan, komunitas, sampai penjual makanan datang mengisi kawasan ini. Dari tepi anjungan, pengunjung bisa melihat laut, langit sore, dan beberapa ikon bangunan di sekitar pesisir Makassar.
“Datang ke Losari saat sore terasa paling pas. Udara mulai nyaman, laut terlihat tenang, dan suasana kota terasa dekat tanpa harus terburu buru.”
Tempat Favorit Menunggu Sunset
Pantai Losari sangat dikenal sebagai tempat menikmati matahari terbenam. Warga dan wisatawan banyak datang menjelang matahari turun untuk menikmati angin sore di tepi laut. Ketika cuaca cerah, kawasan ini menjadi salah satu titik paling ramai di Makassar.
Langit di atas laut biasanya berubah perlahan saat sore. Warna senja yang memantul di permukaan air membuat banyak wisatawan memilih berdiri di area tulisan Pantai Losari atau duduk di tepi anjungan. Momen ini menjadi salah satu alasan Losari selalu ramai, terutama pada akhir pekan dan musim liburan.
Lokasi dan Akses Menuju Pantai Losari
Pantai Losari berada di pusat Kota Makassar, sehingga aksesnya tergolong mudah. Wisatawan bisa datang dari bandara, pelabuhan, hotel, pusat kuliner, atau kawasan bersejarah seperti Fort Rotterdam dengan kendaraan pribadi, taksi online, angkutan kota, maupun berjalan kaki jika menginap di sekitar Jalan Penghibur.
Dari Bandara Sultan Hasanuddin
Jika berangkat dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, perjalanan menuju Pantai Losari dapat ditempuh melalui jalur darat. Waktu tempuh dari bandara ke kawasan Losari rata rata sekitar 40 menit melalui jalan tol, bergantung pada kondisi lalu lintas.
Waktu tempuh bisa lebih panjang saat jam sibuk, terutama sore hari ketika lalu lintas kota meningkat. Wisatawan yang ingin mengejar sunset sebaiknya berangkat lebih awal agar masih punya waktu mencari tempat duduk, berjalan di anjungan, dan menikmati suasana tanpa terburu buru.
Dari Pelabuhan Soekarno Hatta dan Kawasan Kota
Pantai Losari juga dekat dari Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar. Perjalanan dari pelabuhan menuju Pantai Losari dapat ditempuh dalam waktu relatif singkat jika lalu lintas lancar. Lokasi ini membuat Losari mudah dikunjungi wisatawan yang datang melalui jalur laut atau sedang singgah di pusat kota.
Bagi wisatawan yang menginap di hotel sekitar Losari, berjalan kaki bisa menjadi pilihan paling nyaman. Beberapa hotel berada sangat dekat dengan kawasan anjungan, sehingga pengunjung dapat datang pagi untuk olahraga ringan, kembali ke hotel siang hari, lalu datang lagi sore untuk menikmati kuliner.
5 Hal yang Menarik dari Pantai Losari
Pantai Losari memiliki banyak sisi yang membuatnya tetap menjadi tujuan utama di Makassar. Daya tariknya bukan hanya pemandangan laut, tetapi juga ruang publik, kuliner, budaya maritim, dan kemudahan akses ke beberapa tempat penting di kota.
1. Tulisan Pantai Losari yang Jadi Spot Foto Wajib
Tulisan besar Pantai Losari menjadi salah satu titik foto paling dicari wisatawan. Hampir setiap pengunjung yang baru pertama kali datang akan menyempatkan diri berfoto di area ini. Latar laut, anjungan luas, dan suasana kota membuat foto di Losari terasa langsung menunjukkan identitas Makassar.
Spot ini lebih nyaman dikunjungi saat pagi atau sore. Pagi hari memberi suasana lebih sepi, sedangkan sore hari memberi cahaya yang lebih hangat. Pada akhir pekan, wisatawan perlu sedikit sabar karena banyak pengunjung yang antre untuk mengambil foto.
2. Dekat dengan Masjid Terapung Amirul Mukminin
Salah satu bangunan yang membuat kawasan Losari semakin menarik adalah Masjid Terapung Amirul Mukminin. Masjid ini berada di sekitar Anjungan Pantai Losari dan sering menjadi tempat warga berkumpul, terutama saat sore dan bulan Ramadan.
Bagi wisatawan muslim, keberadaan masjid di kawasan wisata ini memberi kemudahan saat waktu salat tiba. Setelah berjalan di anjungan atau menikmati kuliner, wisatawan bisa tetap menjalankan ibadah tanpa harus pergi jauh dari area wisata.
3. Terhubung dengan Jejak Maritim Makassar
Makassar dikenal sebagai kota pelabuhan dan kota maritim. Di sekitar Pantai Losari, wisatawan bisa melihat simbol simbol bahari, termasuk kapal pinisi yang pernah dihadirkan sebagai ruang belajar dan rekreasi. Keberadaan unsur maritim ini membuat kawasan Losari terasa dekat dengan sejarah pelayaran Nusantara.
Hal ini membuat Pantai Losari bukan hanya ruang jalan sore. Ada nilai budaya pesisir yang bisa dikenali melalui kapal, aktivitas laut, dan hubungan Makassar dengan jalur pelayaran yang sejak lama menjadi bagian penting dari identitas kota.
4. Dekat dengan Masjid 99 Kubah dan CPI
Dari kawasan Losari, wisatawan juga dapat melihat area Center Point of Indonesia atau CPI yang menjadi salah satu kawasan baru di pesisir Makassar. Di sana berdiri Masjid 99 Kubah, bangunan berwarna mencolok yang berada berhadapan dengan kawasan Anjungan Losari.
Kehadiran kawasan ini menambah pilihan sudut pandang saat wisatawan berada di sekitar Losari. Saat sore, bentuk bangunan dan warna langit membuat area pesisir terlihat lebih menarik untuk fotografi.
5. Pusat Kuliner Sore dan Malam
Pantai Losari sangat kuat dengan kuliner. Pengunjung dapat menikmati pisang epe, mie titi, coto Makassar, pallubasa, sop konro, sop ubi, dan es pisang ijo di sekitar kawasan Losari maupun pusat kota Makassar.
Kuliner membuat Losari terasa lebih hidup. Banyak wisatawan datang bukan hanya untuk melihat laut, tetapi juga untuk duduk santai sambil menikmati makanan khas Makassar setelah matahari mulai turun.
“Menikmati pisang epe di sekitar Losari memberi rasa Makassar yang sederhana, manis, dan akrab. Setelah melihat sunset, kuliner seperti ini terasa sangat pas.”
Aktivitas Wisata yang Bisa Dilakukan di Pantai Losari

Pantai Losari cocok untuk wisatawan yang ingin menikmati Makassar tanpa rencana yang terlalu rumit. Cukup datang dengan waktu longgar, wisatawan bisa mengisi perjalanan dengan jalan santai, foto, kuliner, ibadah, hingga mampir ke objek bersejarah yang lokasinya tidak jauh.
Jalan Santai di Anjungan
Aktivitas paling mudah di Losari adalah berjalan santai di anjungan. Ruang terbuka yang luas membuat pengunjung bisa menikmati laut tanpa harus masuk ke air. Banyak wisatawan datang bersama keluarga, membawa anak kecil, atau sekadar duduk sambil menikmati angin.
Pagi hari cocok untuk olahraga ringan. Sore hari cocok untuk menunggu matahari terbenam. Malam hari cocok untuk kuliner, terutama jika wisatawan ingin merasakan suasana kota yang lebih hidup.
Berfoto di Ikon Losari
Berfoto di tulisan Pantai Losari menjadi agenda yang hampir selalu dilakukan pengunjung. Selain itu, wisatawan juga bisa mengambil gambar di sekitar Masjid Terapung, area anjungan, kapal pinisi, dan sisi laut yang menghadap ke CPI.
Untuk foto yang lebih nyaman, pilih waktu pagi atau sebelum matahari benar benar turun. Pada jam tersebut, cahaya biasanya lebih lembut dan area belum terlalu padat.
Mencicipi Kuliner Khas Makassar
Setelah berjalan di anjungan, wisatawan bisa mencari kuliner sekitar Losari. Pisang epe menjadi pilihan paling identik, tetapi pengunjung juga bisa melanjutkan perjalanan kuliner ke tempat makan coto, konro, pallubasa, mie titi, dan es pisang ijo di sekitar pusat kota Makassar.
Kuliner Makassar terkenal dengan rasa kuat dan porsi mengenyangkan. Wisatawan yang tidak terbiasa makanan berlemak atau berbumbu pekat bisa memilih porsi kecil lebih dulu agar tetap nyaman selama perjalanan.
Mampir ke Fort Rotterdam
Pantai Losari juga dekat dengan Fort Rotterdam, salah satu tempat bersejarah di Makassar. Benteng ini merupakan peninggalan penting yang berkaitan dengan sejarah Kerajaan Gowa Tallo dan masa kolonial di Makassar.
Kunjungan ke Fort Rotterdam dapat digabungkan dengan Losari dalam satu hari. Wisatawan bisa datang ke benteng pada pagi atau siang, lalu menuju Pantai Losari menjelang sore untuk menikmati sunset dan kuliner.
Rekomendasi Penginapan di Sekitar Pantai Losari

Menginap di sekitar Pantai Losari memberi keuntungan besar bagi wisatawan. Akses ke anjungan, kuliner, pusat kota, Fort Rotterdam, dan area CPI menjadi lebih mudah. Pilihan hotel di sekitar Losari cukup beragam, mulai dari hotel ringkas untuk perjalanan singkat sampai hotel dengan fasilitas lebih lengkap.
| Nama Penginapan | Area | Tipe Menginap | Kelebihan Utama | Cocok Untuk | Catatan Wisata |
|---|---|---|---|---|---|
| Expressia Hotel Makassar | Dekat Pantai Losari | Hotel kota | Lokasi sangat dekat dengan anjungan dan cocok untuk jalan kaki | Wisatawan singkat, pasangan, solo traveler | Cocok untuk yang ingin dekat dengan ikon Losari |
| Whiz Prime Hotel Hasanuddin Makassar | Jalan Sultan Hasanuddin | Hotel modern | Dekat pusat kota dan tidak jauh dari Pantai Losari | Wisatawan kerja, keluarga kecil, rombongan | Pilihan nyaman untuk agenda kota dan wisata |
| Aston Makassar Hotel and Convention Center | Jalan Sultan Hasanuddin | Hotel fasilitas lengkap | Kamar nyaman, fasilitas rapat, akses dekat pusat kota | Keluarga, rombongan, perjalanan bisnis wisata | Baik untuk wisatawan yang ingin fasilitas lebih lengkap |
| Hotel Makassar Golden | Kawasan dekat pantai | Hotel dekat laut | Akses cepat menuju anjungan dan area kuliner | Wisatawan yang ingin dekat pesisir | Pastikan ketersediaan kamar saat musim liburan |
| Swiss Belhotel Makassar | Kawasan pesisir Makassar | Hotel menengah atas | Akses ke area kota, pantai, dan pusat kuliner | Keluarga, pasangan, wisatawan santai | Cocok untuk menggabungkan wisata kota dan kuliner |
| favehotel Pantai Losari Makassar | Sekitar Losari | Hotel ringkas dan modern | Lokasi cukup dekat dengan objek wisata kota | Backpacker, solo traveler, wisatawan hemat | Cocok untuk perjalanan pendek |
| Aerotel Smile Makassar | Sekitar Losari dan Somba Opu | Hotel bintang tiga | Bisa menjadi pilihan untuk akses jalan kaki ke Pantai Losari | Pasangan, keluarga kecil, wisatawan kota | Cek tipe kamar sesuai kebutuhan |
Rekomendasi Kuliner di Sekitar Pantai Losari
Kuliner adalah bagian penting dari perjalanan ke Losari. Wisatawan bisa memulai dengan camilan ringan di sekitar anjungan, lalu melanjutkan makan malam ke rumah makan khas Makassar. Beberapa kuliner yang mudah dikaitkan dengan kawasan ini antara lain pisang epe, coto Makassar, pallubasa, sop konro, konro bakar, mie titi, es pisang ijo, dan sop ubi.
| Kuliner | Bahan Utama | Ciri Rasa | Waktu Terbaik Menikmati | Cocok Untuk | Catatan Wisata |
|---|---|---|---|---|---|
| Pisang Epe | Pisang kepok bakar dan saus gula merah | Manis, hangat, lembut, sering diberi topping | Sore atau malam setelah menikmati sunset | Wisatawan keluarga, pasangan, anak muda | Kuliner paling identik dengan suasana Losari |
| Coto Makassar | Daging atau jeroan sapi dengan kuah rempah | Gurih, pekat, hangat | Sarapan atau makan siang | Pencinta kuliner khas daerah | Biasanya disantap dengan ketupat |
| Pallubasa | Daging sapi atau jeroan dengan kuah berbumbu | Gurih, kuat rempah, berkuah pekat | Makan siang atau malam | Wisatawan yang suka makanan kaya bumbu | Tanyakan pilihan daging jika tidak makan jeroan |
| Sop Konro | Iga sapi dan kuah rempah | Gurih, berempah, mengenyangkan | Makan malam | Keluarga dan rombongan | Cocok bagi yang ingin hidangan berkuah |
| Konro Bakar | Iga sapi bakar dengan saus bumbu | Gurih, manis, smoky | Makan malam | Pencinta olahan daging | Biasanya disajikan dengan kuah terpisah |
| Mie Titi | Mie kering, kuah kental, sayuran, ayam atau seafood | Renyah, gurih, kuah lembut | Sore atau malam | Wisatawan yang ingin makanan khas Makassar selain daging | Porsinya cukup mengenyangkan |
| Es Pisang Ijo | Pisang berbalut adonan hijau, es, sirup, susu | Manis, dingin, lembut | Siang atau sore | Keluarga dan pencinta dessert | Cocok setelah berjalan di kawasan pantai |
| Sop Ubi | Ubi, kuah, sayuran, telur, daging atau pelengkap lain | Hangat, gurih, cukup ringan | Sore atau malam | Wisatawan yang ingin menu lokal berbeda | Banyak dicari sebagai makanan khas Makassar |
Fakta Menarik tentang Pantai Losari
Pantai Losari memiliki sejumlah fakta yang membuatnya tetap kuat sebagai ikon Makassar. Kawasan ini tidak hanya populer sebagai tempat wisata, tetapi juga menjadi ruang pertemuan warga, pusat kuliner, tempat ibadah, serta pintu untuk mengenal sejarah dan budaya kota.
Buka 24 Jam dan Tidak Ada Biaya Masuk
Pantai Losari dapat dikunjungi kapan saja karena buka 24 jam dan tidak mengenakan biaya masuk. Hal ini membuat wisatawan lebih mudah menyesuaikan waktu kunjungan, baik untuk melihat pagi, menikmati sore, maupun mencari kuliner malam.
Meski buka sepanjang hari, waktu terbaik biasanya pagi dan sore. Pagi memberi suasana lebih tenang, sedangkan sore menampilkan suasana paling ramai dengan pemandangan laut dan aktivitas warga.
Pernah Dekat dengan Julukan Warung Terpanjang
Pantai Losari dahulu sangat dikenal dengan deretan pedagang makanan di sepanjang kawasan pantai. Kini, penataan area sudah berubah, tetapi ingatan tentang Losari sebagai tempat kuliner tetap kuat. Pisang epe menjadi salah satu makanan yang paling sering dikaitkan dengan suasana Pantai Losari.
Menjadi Wajah Kota Pelabuhan
Makassar memiliki sejarah panjang sebagai kota pelabuhan. Kehadiran kapal pinisi di sekitar Losari, kedekatan dengan laut, dan letaknya yang dekat pelabuhan membuat kawasan ini terasa kuat sebagai wajah kota pesisir.
Pantai Losari memperlihatkan hubungan Makassar dengan laut. Dari kawasan ini, wisatawan dapat melihat bagaimana kota tumbuh sebagai pusat niaga, pelayaran, kuliner, dan pertemuan masyarakat dari berbagai daerah.
Dekat dengan Kawasan Sejarah
Losari berada tidak jauh dari Fort Rotterdam, salah satu peninggalan penting Kerajaan Gowa Tallo. Kedekatan ini membuat wisatawan dapat menggabungkan wisata tepi laut dan wisata sejarah dalam satu rute harian.
Dikelilingi Banyak Hotel
Salah satu alasan Losari nyaman untuk wisatawan adalah banyaknya penginapan di sekitar kawasan. Daftar hotel dekat Pantai Losari mencakup berbagai pilihan, mulai dari hotel sederhana sampai hotel berbintang. Hal ini membantu wisatawan memilih akomodasi sesuai kebutuhan perjalanan.
Tips Berkunjung ke Pantai Losari
Agar kunjungan ke Losari lebih nyaman, wisatawan sebaiknya menyesuaikan waktu, kendaraan, dan agenda. Kawasan ini berada di pusat kota, sehingga suasananya bisa sangat ramai pada jam tertentu.
Datang Sebelum Sunset
Wisatawan yang ingin mendapatkan tempat duduk nyaman sebaiknya datang sebelum sunset. Dengan datang lebih awal, pengunjung bisa berjalan di anjungan, mengambil foto, membeli camilan, lalu memilih titik terbaik untuk melihat matahari turun.
Bawa Uang Tunai Secukupnya
Sebagian transaksi makanan dan parkir mungkin lebih mudah dilakukan dengan uang tunai. Siapkan uang pecahan kecil agar lebih mudah saat membeli pisang epe, minuman, atau jajanan lain di sekitar kawasan.
Gunakan Pakaian Nyaman
Pantai Losari adalah ruang terbuka. Gunakan pakaian yang nyaman untuk berjalan, terutama jika datang siang atau sore. Topi, kacamata hitam, dan sandal nyaman bisa membantu saat cuaca panas.
Jaga Barang Bawaan
Karena kawasan ini ramai, wisatawan perlu memperhatikan barang bawaan. Simpan ponsel, dompet, dan kamera dengan baik, terutama saat area padat pengunjung atau ketika sedang mengambil foto.
Rencana Perjalanan Singkat di Sekitar Pantai Losari
Pantai Losari mudah digabungkan dengan beberapa tempat lain di Makassar. Wisatawan dapat menyusun agenda setengah hari, satu hari, atau dua hari sesuai waktu yang tersedia.
Rute Setengah Hari
Mulai perjalanan dari Fort Rotterdam pada siang atau sore, lalu berjalan menuju Pantai Losari. Setelah tiba, wisatawan bisa berfoto di anjungan, menikmati sunset, salat di Masjid Terapung, lalu menutup malam dengan pisang epe atau kuliner Makassar.
Rute Satu Hari
Pagi hari dapat diisi dengan mengunjungi Fort Rotterdam dan Museum La Galigo. Siang hari mencoba coto Makassar atau mie titi. Sore hari menuju Pantai Losari untuk menikmati anjungan, lalu malam hari mencicipi pisang epe dan es pisang ijo.
Rute Dua Hari
Hari pertama fokus pada kawasan Losari, Fort Rotterdam, Masjid Terapung, dan kuliner sekitar pusat kota. Hari kedua dapat diarahkan ke kawasan CPI, Masjid 99 Kubah, belanja oleh oleh, serta wisata kuliner lain seperti pallubasa, konro, dan coto Makassar.
“Losari paling menarik saat dinikmati tanpa tergesa. Datang sore, lihat laut, tunggu langit berubah warna, lalu lanjut makan malam khas Makassar.”
Catatan Etika Wisata di Pantai Losari
Pantai Losari adalah ruang publik yang digunakan banyak orang. Wisatawan perlu menjaga kenyamanan bersama dengan tidak membuang sampah sembarangan, tidak merusak fasilitas, tidak mengganggu pengunjung lain, dan tetap sopan saat berada di sekitar area ibadah.
Saat mengambil foto, perhatikan sekitar agar tidak menghalangi jalur orang berjalan. Jika datang bersama rombongan, hindari membuat suara terlalu keras di area yang sedang ramai keluarga. Losari akan tetap nyaman dinikmati jika setiap pengunjung ikut menjaga ruang kota ini dengan sikap yang baik.


Comment