Pacu Jalur di Kuantan Singingi, Riau, kembali menjadi pembicaraan besar setelah tradisi perahu panjang ini mencuri perhatian warganet dunia. Festival yang berlangsung di Sungai Kuantan ini bukan hanya lomba dayung, tetapi juga pesta budaya masyarakat Kuansing yang memadukan kekompakan, keberanian, musik, gerak anak coki di ujung perahu, dan suasana tepian sungai yang selalu penuh penonton. Pada 2025, perhatian publik semakin besar setelah rapper asal Amerika Serikat, Melly Mike, hadir di Kuantan Singingi dan ikut meramaikan Pacu Jalur bersama Rayyan Arkan Dhika, anak coki yang viral lewat tren aura farming. Pacu Jalur juga masuk dalam Karisma Event Nusantara 2025, dengan gelaran utama berlangsung pada 20 sampai 24 Agustus 2025 di Tepian Narosa, Teluk Kuantan.
Mengenal Pacu Jalur, Tradisi Besar dari Kuantan Singingi
Pacu Jalur adalah lomba dayung tradisional khas Kuantan Singingi yang memakai perahu panjang dari kayu. Perahu yang digunakan disebut jalur, dibuat dari kayu gelondongan, lalu dihias dan dipacu oleh banyak pendayung di sungai. Tradisi ini masih hidup kuat di Riau dan menjadi salah satu kebanggaan masyarakat Kuansing.
Dari alat transportasi menjadi pesta rakyat
Sebelum menjadi festival besar, jalur dahulu digunakan masyarakat di sekitar Sungai Kuantan sebagai alat transportasi dan pengangkut hasil panen. Tradisi berpacu kemudian tumbuh menjadi kegiatan tahunan yang melibatkan kampung, tokoh adat, pemuda, keluarga besar, hingga perantau. Tradisi ini dikenal telah diwariskan sejak abad ke 17 dan berkembang dari kebiasaan masyarakat menggunakan perahu besar untuk membawa hasil panen di kawasan Kuantan Singingi.
Setiap jalur membawa nama kampung dan kehormatan masyarakatnya. Karena itu, Pacu Jalur selalu lebih dari sekadar lomba cepat. Di balik satu perahu, ada proses mencari kayu, membuat jalur, melatih pendayung, menyiapkan anak coki, menjaga kekompakan, dan membangun semangat warga.
Sungai Kuantan sebagai panggung utama
Pacu Jalur sangat lekat dengan Sungai Kuantan. Aliran sungai menjadi tempat jalur melaju, sementara tepian sungai berubah menjadi ruang berkumpul masyarakat. Pada festival besar, penonton datang dari berbagai daerah untuk melihat perahu panjang melaju beriringan, suara sorakan warga, dan gerak anak coki yang berdiri di bagian depan jalur.
“Pacu Jalur terasa paling kuat saat dilihat langsung dari tepian sungai. Suara kayuh, sorakan penonton, dan gerak anak coki membuat suasana Kuansing benar benar hidup.”
Pacu Jalur 2025 dan Kehadiran Melly Mike

Kehadiran Melly Mike membuat Pacu Jalur 2025 terasa semakin ramai. Sebelumnya, lagu miliknya ramai dipakai dalam video tren aura farming Pacu Jalur. Setelah tren tersebut menyebar luas, Melly Mike datang ke Riau dan hadir langsung di arena Pacu Jalur.
Melly Mike datang ke Kuantan Singingi
Melly Mike turun ke arena Pacu Jalur di Tepian Narosa, Kuantan Singingi, pada Minggu 24 Agustus 2025. Ia naik perahu jalur menyusuri Sungai Kuantan bersama Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan dan Dikha, anak Pacu Jalur yang lebih dulu viral. Ia juga menyanyikan lagu miliknya dari atas jalur sambil berjoget mengikuti gaya Dikha, membuat penonton semakin riuh.
Momen tersebut memperlihatkan bagaimana tradisi lokal dapat menjangkau penonton global tanpa kehilangan akar daerahnya. Melly Mike datang bukan untuk mengubah Pacu Jalur, tetapi ikut merayakan apa yang sudah dimiliki masyarakat Kuansing sejak lama.
Penutupan festival semakin meriah
Melly Mike juga tampil pada penutupan Festival Pacu Jalur 2025 di Taman Jalur, Taluk Kuantan, pada Minggu 24 Agustus 2025. Kehadirannya menjadi salah satu bagian paling ramai dalam rangkaian penutupan, terutama karena publik sudah menunggu pertemuan antara Melly Mike, Rayyan Arkan Dhika, dan komunitas Pacu Jalur.
Bagi wisatawan, momen ini menjadi tanda bahwa Pacu Jalur sudah naik kelas sebagai atraksi wisata budaya. Namun, inti acaranya tetap berada pada jalur, pendayung, sungai, kampung, dan masyarakat Kuansing.
Rayyan Arkan Dhika dan Tren Aura Farming
Nama Rayyan Arkan Dhika ikut membawa Pacu Jalur ke perhatian dunia digital. Gerak percaya diri anak coki di ujung perahu membuat banyak orang penasaran tentang tradisi ini. Di media sosial, gaya tersebut dikenal sebagai aura farming dan banyak ditiru oleh warganet.
Anak coki yang menjadi pusat perhatian
Dalam Pacu Jalur, di bagian depan perahu berdiri seorang anak penari yang gerakannya menghibur sekaligus memberi semangat kepada pendayung. Rayyan Arkan Dhika, yang berusia 11 tahun, menjadi perhatian besar setelah aksinya tersebar luas dan banyak ditiru figur publik dunia.
Anak coki bukan sekadar penghias perahu. Ia menjadi bagian dari irama jalur. Geraknya memberi energi kepada pendayung dan membuat penonton semakin terhubung dengan lomba. Karena itulah, sosok di bagian depan perahu sering kali menjadi ikon yang mudah diingat.
Pertemuan hangat dengan Melly Mike
Melly Mike akhirnya bertemu dengan Dikha setelah tiba di Kuantan Singingi. Melly Mike memeluk Dikha dan memberikan hadiah berupa perangkat gim, sementara Dikha menyampaikan terima kasih dengan gembira. Momen itu menjadi bagian emosional dari rangkaian kehadiran Melly Mike di Pacu Jalur 2025.
Pertemuan itu menunjukkan bagaimana budaya lokal dapat membuka pertemanan lintas negara. Dari sebuah gerak anak coki di Sungai Kuantan, dunia melihat bahwa Indonesia memiliki tradisi sungai yang kuat, meriah, dan sangat khas.
“Melihat Dikha berdiri di ujung jalur memberi rasa kagum tersendiri. Ia kecil, tetapi percaya dirinya besar, dan seluruh tepian sungai ikut merasakan energinya.”
Tepian Narosa, Arena yang Menyatukan Warga dan Wisatawan
Tepian Narosa di Teluk Kuantan menjadi arena utama yang paling dikenal dalam Festival Pacu Jalur. Di sinilah jalur jalur terbaik berpacu, disaksikan ribuan orang yang memenuhi tepian sungai.
Pusat keramaian festival
Festival Pacu Jalur 2025 dibuka secara resmi pada 20 Agustus 2025 di Tepian Narosa, Sungai Batang Kuantan, Kuantan Singingi. Pembukaan festival ini menjadi bagian dari gelaran besar Pacu Jalur 2025 yang menarik perhatian masyarakat lokal, wisatawan, media, dan penonton dari berbagai daerah.
Pada masa festival, suasana Teluk Kuantan berubah sangat ramai. Wisatawan perlu datang lebih awal untuk mendapatkan posisi menonton yang nyaman. Jalan menuju area festival dapat padat, penginapan cepat penuh, dan warung makan ramai sejak siang.
Suasana sungai yang sulit dilupakan
Menonton Pacu Jalur paling menarik dilakukan langsung dari tepian sungai. Dari sana, wisatawan bisa melihat jalur melaju, pendayung bergerak serempak, anak coki menjaga keseimbangan, dan penonton bersorak dari sisi sungai.
Pacu Jalur juga memperlihatkan rasa kebersamaan masyarakat. Setiap kampung datang membawa dukungan penuh. Ada yang membawa atribut, ada yang menjaga logistik, ada yang membantu tim, dan ada yang datang hanya untuk memberi semangat.
Cara Menikmati Pacu Jalur bagi Wisatawan
Wisatawan yang baru pertama kali datang ke Pacu Jalur perlu memahami bahwa acara ini adalah pesta rakyat yang sangat ramai. Karena itu, perjalanan harus disiapkan dengan baik agar tetap nyaman.
Datang lebih awal ke arena
Datang pagi atau beberapa jam sebelum lomba berlangsung akan sangat membantu. Wisatawan bisa mencari tempat berdiri atau duduk yang aman, membeli makanan, mengenali jalur keluar masuk, dan menghindari kepadatan paling berat.
Pakaian nyaman sangat disarankan. Gunakan topi, bawa air minum, siapkan uang tunai, dan gunakan alas kaki yang enak untuk berjalan. Karena lokasi berada di tepi sungai, cuaca panas dan hujan bisa terasa langsung.
Hormati jalur dan tim peserta
Jalur adalah kebanggaan kampung. Jangan menyentuh perahu tanpa izin, jangan menghalangi jalur tim, dan jangan masuk ke area khusus peserta. Jika ingin berfoto dengan peserta atau anak coki, mintalah izin dengan sopan.
Wisatawan juga perlu menjaga kebersihan. Sampah plastik, botol minum, dan bungkus makanan sebaiknya dibawa kembali atau dibuang ke tempat yang tersedia. Pacu Jalur berada di ruang sungai, sehingga kebersihan sangat penting untuk menjaga kenyamanan bersama.
Rekomendasi Penginapan di Sekitar Pacu Jalur

Saat Festival Pacu Jalur berlangsung, penginapan di Teluk Kuantan dan sekitarnya biasanya cepat terisi. Wisatawan sebaiknya memesan kamar lebih awal, terutama jika ingin menginap dekat pusat kota atau dekat akses menuju Tepian Narosa.
| Nama Penginapan | Area | Cocok Untuk | Gambaran Singkat |
|---|---|---|---|
| Hotel Angela | Taluk Kuantan | Keluarga dan wisatawan acara | Berada di Taluk Kuantan dengan fasilitas kamar ber AC, TV, WiFi, area parkir, lobi, dan kafe |
| Hotel Latifa | Pasar Taluk | Wisatawan yang ingin dekat pusat kota | Berada di Jalan Jenderal Ahmad Yani, cocok untuk akses ke pusat aktivitas Teluk Kuantan |
| Hotel Pujangga | Kuantan Tengah | Keluarga dan rombongan kecil | Memiliki pilihan kamar family, superior, standar, serta fasilitas sarapan dan WiFi |
| Wisma Jalur | Koto Taluk | Rombongan dan tamu acara | Memiliki kamar family, VIP, standar, dan ruang pertemuan |
| Wisma Oshin | Teluk Kuantan | Wisatawan hemat | Pilihan penginapan sederhana yang bisa dipertimbangkan saat acara besar |
| Wisma Rani | Teluk Kuantan | Wisatawan singkat | Pilihan wisma melati untuk perjalanan singkat dan kebutuhan menginap sederhana |
Rekomendasi Kuliner di Sekitar Pacu Jalur
Kuantan Singingi tidak hanya kuat dengan Pacu Jalur, tetapi juga memiliki kuliner yang menarik dicoba. Beberapa makanan khas Kuansing antara lain galamai, konji gisal, wajik takiak, kue pinyaram, gulai tempoyak ikan patin, lomang Taluk Kuantan, kerupuk sagu, dan pulut kucung.
| Kuliner atau Tempat Makan | Area | Menu yang Bisa Dicoba | Catatan Kunjungan |
|---|---|---|---|
| Pasar Tradisional Teluk Kuantan | Pusat kota | Konji gisal, pinyaram, wajik, kue talam | Cocok untuk mencari jajanan lokal sebelum menuju arena |
| Festival Pacu Jalur | Tepian Narosa | Galamai, lomang, kerupuk sagu, makanan ringan | Saat festival, banyak makanan daerah mudah ditemukan di sekitar area acara |
| RM Sinar Kampar | Sungai Jering | Asam pedas ikan lomak | Cocok untuk wisatawan yang ingin mencicipi menu ikan khas daerah |
| Warung Lontong Bude | Pasar Taluk | Lontong, makanan pagi | Cocok untuk sarapan sebelum menyaksikan acara |
| Sate Omak Baserah | Sungai Jering | Sate dan sarapan lokal | Pilihan kuliner pagi yang bisa dicoba saat berada di Kuansing |
| Warung makan lokal Kuansing | Teluk Kuantan dan sekitar | Gulai tempoyak ikan patin, nasi, lauk kampung | Cocok untuk wisatawan yang ingin mencoba rasa khas daerah |
Lima Hal Menarik dari Pacu Jalur
Pacu Jalur memiliki banyak sisi yang membuatnya layak menjadi agenda wisata budaya. Bukan hanya perlombaan perahu, acara ini memperlihatkan hubungan masyarakat dengan sungai, kampung, adat, musik, gerak, dan kebersamaan.
| Hal Menarik | Penjelasan Detail |
|---|---|
| Perahu jalur yang panjang dan penuh hiasan | Jalur dibuat dari kayu gelondongan, dihias, diberi nama, dan menjadi kebanggaan kampung yang menurunkannya ke sungai |
| Kekompakan pendayung | Puluhan pendayung harus bergerak serempak, menjaga tenaga, dan mengikuti irama agar jalur melaju cepat |
| Anak coki di ujung jalur | Anak coki memberi semangat, hiburan, dan daya tarik visual yang membuat Pacu Jalur mudah dikenali |
| Tepian Narosa yang ramai | Arena utama di Teluk Kuantan menghadirkan suasana pesta rakyat dengan penonton memenuhi sisi sungai |
| Kehadiran Melly Mike pada 2025 | Kehadiran rapper Amerika Serikat itu membuat Pacu Jalur semakin dikenal luas dan mempertemukan budaya sungai Riau dengan perhatian global |
Fakta Menarik Tentang Pacu Jalur
Pacu Jalur menyimpan banyak fakta yang membuatnya berbeda dari festival budaya lain di Indonesia. Fakta ini penting diketahui wisatawan agar kunjungan terasa lebih berisi.
Sudah menjadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia
Tradisi Pacu Jalur di Kuantan Singingi sudah terdaftar sebagai Warisan Budaya Takbenda nasional. Pacu Jalur adalah lomba mendayung perahu kayu tradisional dari Riau yang belakangan semakin viral melalui tren aura farming.
Masuk Karisma Event Nusantara 2025
Pacu Jalur masuk dalam Karisma Event Nusantara 2025. Dengan masuk ke agenda tersebut, acara ini mendapat perhatian lebih luas sebagai festival budaya unggulan yang menarik wisatawan dan memperkuat posisi Kuantan Singingi sebagai daerah wisata budaya.
Anak coki menjadi simbol baru yang mendunia
Tren aura farming memperlihatkan anak penari di ujung perahu yang memberi hiburan dan semangat kepada pendayung. Rayyan Arkan Dhika menjadi nama yang paling dikenal setelah aksinya banyak ditiru figur dunia dan lagu Melly Mike dipakai sebagai latar tren tersebut.
Melly Mike ikut naik jalur
Pada Pacu Jalur 2025, Melly Mike tidak hanya tampil di panggung. Ia juga naik perahu jalur di Sungai Kuantan bersama Kapolda Riau dan Dikha. Momen ini membuat penonton di Tepian Narosa semakin riuh.
Pacu Jalur memberi perputaran besar bagi daerah
Festival Pacu Jalur memberi peluang besar bagi ekonomi lokal. Saat acara berlangsung, penginapan, transportasi, warung makan, pedagang kecil, pelaku usaha oleh oleh, dan jasa lokal ikut merasakan ramainya kunjungan wisatawan.
Tips Berkunjung ke Festival Pacu Jalur
Menonton Pacu Jalur membutuhkan persiapan sederhana tetapi penting. Festival ini sangat ramai, terutama pada hari final dan penutupan. Wisatawan perlu menjaga stamina, membawa barang seperlunya, dan memahami suasana acara rakyat yang penuh penonton.
Pesan penginapan lebih awal
Penginapan di Teluk Kuantan bisa cepat penuh saat Pacu Jalur berlangsung. Pesan kamar jauh hari sebelum tanggal acara. Jika tidak mendapat kamar di pusat kota, pertimbangkan penginapan di sekitar Kuantan Tengah atau wilayah lain yang masih bisa dijangkau kendaraan.
Bawa uang tunai dan barang ringan
Banyak transaksi di sekitar festival lebih mudah dilakukan dengan uang tunai. Siapkan uang kecil untuk parkir, makanan, minuman, toilet, dan kebutuhan lokal. Hindari membawa tas terlalu besar karena area penonton dapat sangat padat.
Pilih titik menonton yang aman
Pilih area yang tidak terlalu dekat dengan tepian air jika membawa anak anak. Ikuti arahan petugas, jangan melewati batas pengamanan, dan hindari berdiri di lokasi yang mengganggu jalur peserta.
Cicipi kuliner lokal
Jangan hanya datang untuk menonton lomba. Cobalah galamai, konji gisal, wajik takiak, lomang, kerupuk sagu, dan gulai tempoyak ikan patin. Kuliner lokal membuat perjalanan ke Kuansing terasa lebih lengkap.
“Pacu Jalur paling enak dinikmati dengan waktu longgar. Datang lebih awal, duduk di tepi sungai, mencicipi makanan lokal, lalu melihat jalur melaju di depan mata.”
Itinerary Tiga Hari Dua Malam Pacu Jalur di Kuansing
Perjalanan tiga hari dua malam cocok untuk wisatawan yang ingin menyaksikan Pacu Jalur dengan lebih nyaman. Rute ini dapat disesuaikan dengan jadwal lomba, hari final, dan lokasi penginapan.
Hari pertama, tiba di Teluk Kuantan
Hari pertama dapat digunakan untuk tiba di Teluk Kuantan, check in, dan mengenali area sekitar penginapan. Wisatawan dapat berjalan ke pusat kota, mencari makanan lokal, dan melihat suasana persiapan festival. Malam hari cocok untuk beristirahat karena hari berikutnya biasanya lebih padat.
Hari kedua, menonton Pacu Jalur di Tepian Narosa
Hari kedua menjadi waktu utama untuk datang ke Tepian Narosa. Berangkat lebih awal agar mendapat tempat nyaman. Sepanjang hari, wisatawan bisa menyaksikan jalur bertanding, melihat anak coki, membeli jajanan lokal, dan menikmati suasana tepian sungai.
Hari ketiga, kuliner dan oleh oleh Kuansing
Hari ketiga dapat diisi dengan membeli kuliner khas seperti galamai, kerupuk sagu, pinyaram, atau makanan tradisional lain. Jika waktu masih cukup, wisatawan dapat berkeliling Teluk Kuantan sebelum kembali ke Pekanbaru atau melanjutkan perjalanan ke destinasi lain di Riau.
Catatan Harga dan Waktu Kunjungan
Harga penginapan, transportasi, makanan, dan layanan lokal dapat berubah saat festival berlangsung. Kenaikan permintaan biasanya terjadi menjelang final dan penutupan Pacu Jalur. Wisatawan sebaiknya memastikan harga sebelum memesan kamar, kendaraan, atau paket perjalanan.
Periksa jadwal resmi festival
Tanggal dan jadwal lomba dapat berubah mengikuti keputusan panitia. Untuk acara besar seperti Pacu Jalur, wisatawan sebaiknya memeriksa informasi resmi dari pemerintah daerah, panitia, atau pengelola penginapan sebelum berangkat.
Siapkan perjalanan dari Pekanbaru
Banyak wisatawan masuk melalui Pekanbaru, lalu melanjutkan perjalanan darat ke Teluk Kuantan. Siapkan waktu cukup karena perjalanan bisa lebih lama saat festival. Jika datang bersama keluarga, pilih kendaraan yang nyaman dan berangkat lebih pagi.
Jaga kebersihan Sungai Kuantan
Sungai Kuantan adalah pusat kehidupan Pacu Jalur. Selama menonton, jangan membuang sampah ke sungai, jangan merusak fasilitas, dan jangan meninggalkan plastik di area penonton. Tradisi besar seperti Pacu Jalur akan tetap nyaman jika wisatawan ikut menjaga ruang tempat acara berlangsung


Comment