Pulau Kemaro menjadi salah satu destinasi paling khas di Palembang, Sumatera Selatan. Pulau kecil di tengah Sungai Musi ini dikenal melalui pagoda sembilan lantai, kelenteng, makam legenda Tan Bun An dan Siti Fatimah, serta suasana budaya Tionghoa yang hidup berdampingan dengan warna lokal Palembang. Bagi pembaca tobamuslimtour.co.id yang ingin mengenal wisata Indonesia dari sisi sejarah, sungai, kuliner, dan percampuran budaya, Pulau Kemaro memberi pengalaman yang berbeda dari wisata kota biasa. Pulau Kemaro berada di Sungai Musi sekitar 6 kilometer dari Jembatan Ampera, di kawasan antara Pabrik Pupuk Sriwijaya dan Pertamina.
Mengenal Pulau Kemaro di Tengah Sungai Musi
Pulau Kemaro berada di aliran Sungai Musi, sungai besar yang menjadi nadi kehidupan Palembang sejak lama. Untuk mencapainya, wisatawan biasanya menyeberang memakai perahu dari beberapa titik tepian sungai, lalu menikmati perjalanan air yang memperlihatkan wajah Palembang dari sudut berbeda.
Pulau kecil yang tetap dikenal luas
Nama Pulau Kemaro sering diartikan sebagai pulau yang tetap kering. Cerita lokal menyebut pulau ini tidak tenggelam meski air Sungai Musi sedang pasang. Hal itu membuat namanya terasa kuat dan mudah diingat oleh wisatawan. Selain itu, posisinya yang berada di tengah sungai membuat perjalanan ke pulau ini terasa seperti masuk ke ruang kecil yang terpisah dari hiruk pikuk kota.
Pulau Kemaro juga dikenal sebagai tempat wisata sejarah dan religi. Pulau ini terkenal dengan kisah cintanya, menjadi salah satu tujuan ibadah umat Tridharma, serta memiliki Kelenteng Hok Ceng Bio dan pagoda sebagai bagian dari daya tariknya.
Akses wisata yang menyatu dengan Sungai Musi
Keunikan Pulau Kemaro tidak hanya terletak pada bangunannya, tetapi juga pada cara menuju tempat ini. Wisatawan perlu menyeberangi Sungai Musi, melihat kapal, perahu warga, pabrik di tepian sungai, dan aktivitas air yang memperlihatkan Palembang sebagai kota sungai.
“Perjalanan menuju Pulau Kemaro terasa menarik sejak naik perahu. Air Sungai Musi, kapal yang lewat, dan pagoda yang mulai terlihat dari kejauhan membuat kunjungan ini terasa berbeda.”
Pagoda Sembilan Lantai yang Menjadi Ikon Pulau Kemaro
Bangunan paling menonjol di Pulau Kemaro adalah pagoda bertingkat dengan warna merah yang kuat. Dari kejauhan, bentuknya sudah terlihat dan menjadi penanda utama bagi wisatawan yang datang melalui Sungai Musi.
Bangunan yang langsung menarik perhatian
Pagoda Pulau Kemaro dikenal memiliki sembilan lantai. Pagoda ini dibangun pada 2006, memiliki sembilan lantai, dan tingginya sekitar 45 meter. Bangunannya didominasi warna merah dan emas, serta berdiri dekat Kelenteng Hok Tjing Bio yang dikenal sebagai Kelenteng Kwan Im.
Bagi wisatawan, pagoda ini menjadi titik foto utama. Bentuknya tinggi, warnanya cerah, dan posisinya berada di area terbuka. Ketika cuaca cerah, bangunan ini terlihat semakin kuat dengan latar langit dan pepohonan di sekitarnya.
Tempat yang perlu dijaga sikapnya
Meski menjadi tempat foto, area pagoda dan kelenteng tetap memiliki nilai ibadah bagi pengunjung tertentu. Wisatawan sebaiknya menjaga suara, tidak mengganggu orang yang sedang berdoa, dan mengikuti aturan yang berlaku di kawasan tersebut.
Pulau Kemaro cocok dikunjungi keluarga karena memberi ruang belajar tentang budaya, sejarah, dan toleransi. Anak anak dapat melihat bentuk bangunan yang berbeda dari bangunan Melayu Palembang, sementara orang dewasa bisa memahami percampuran budaya yang sudah lama hidup di kota ini.
Legenda Tan Bun An dan Siti Fatimah
Pulau Kemaro sangat lekat dengan kisah Tan Bun An dan Siti Fatimah. Cerita ini menjadi salah satu alasan mengapa pulau kecil di Sungai Musi ini selalu menarik dibicarakan.
Kisah cinta yang hidup dalam cerita rakyat
Legenda Pulau Kemaro berawal dari kisah cinta saudagar Tiongkok Tan Bun An dan putri Raja Sriwijaya atau Palembang bernama Siti Fatimah. Kisah itu tertulis di batu yang berada di Pulau Kemaro dan menjadi salah satu bagian yang sering diperhatikan wisatawan.
Dalam cerita yang beredar, Tan Bun An datang ke Palembang, bertemu Siti Fatimah, lalu keduanya saling mencintai. Saat kembali dari Tiongkok, terjadi peristiwa yang membuat Tan Bun An melompat ke Sungai Musi. Siti Fatimah kemudian ikut menyusul, dan kisah mereka menjadi cerita rakyat yang terus melekat pada Pulau Kemaro.
Makam yang menjadi bagian dari kunjungan
Di Pulau Kemaro terdapat makam yang dikaitkan dengan Tan Bun An dan Siti Fatimah. Di depan Klenteng Hok Tjing Rio terdapat makam Tan Bun An dan Siti Fatimah yang letaknya berdampingan.
Wisatawan yang datang dapat melihat area tersebut dengan sikap sopan. Jangan duduk sembarangan di area makam, jangan berbicara terlalu keras, dan jangan mengambil foto dengan gaya yang tidak pantas. Tempat ini menjadi bagian dari cerita yang dihormati masyarakat.
“Pulau Kemaro bukan hanya tempat melihat pagoda. Ada kisah lama yang membuat langkah terasa lebih pelan, terutama saat berada dekat makam Tan Bun An dan Siti Fatimah.”
Kelenteng dan Suasana Budaya Tionghoa

Pulau Kemaro menjadi salah satu ruang budaya Tionghoa yang kuat di Palembang. Pada hari biasa, suasananya cenderung tenang. Namun, saat perayaan Imlek dan Cap Go Meh, pulau ini berubah menjadi pusat keramaian budaya dan religi.
Kelenteng yang sudah lama berdiri
Kelenteng Hok Tjing Rio menjadi salah satu bangunan penting di Pulau Kemaro. Kelenteng ini telah berdiri sejak 1962 dan dikenal juga sebagai Kelenteng Kuan Im. Kehadirannya membuat Pulau Kemaro menjadi tempat ibadah sekaligus destinasi wisata budaya.
Kawasan kelenteng menghadirkan warna yang berbeda dari ikon Palembang lain seperti Jembatan Ampera atau Benteng Kuto Besak. Di sini, wisatawan melihat perpaduan ornamen Tionghoa, ruang terbuka, patung, dan pagoda dalam satu kawasan kecil di tengah sungai.
Cap Go Meh di Pulau Kemaro
Pulau Kemaro menjadi salah satu pusat perayaan Cap Go Meh di Palembang. Cap Go Meh di Pulau Kemaro merupakan puncak perayaan Imlek masyarakat Tionghoa di Palembang dan biasanya berlangsung di kawasan yang memiliki pagoda, kelenteng, dan makam.
Saat perayaan berlangsung, suasana pulau akan jauh lebih ramai. Lampion, doa, pertunjukan, dan kunjungan warga membuat kawasan ini hidup sepanjang hari. Wisatawan yang ingin datang pada periode ini perlu menyiapkan waktu lebih panjang karena penyeberangan dan area pulau dapat padat.
Sungai Musi sebagai Jalur Wisata
Pulau Kemaro tidak dapat dipisahkan dari Sungai Musi. Tanpa sungai ini, pengalaman menuju pulau akan terasa berbeda. Justru perjalanan air menjadi salah satu bagian paling menarik dari wisata Pulau Kemaro.
Menikmati Palembang dari atas perahu
Perjalanan ke Pulau Kemaro biasanya dilakukan dengan perahu dari dermaga sekitar Palembang. Wisatawan dapat berangkat dari kawasan Benteng Kuto Besak, sekitar Jembatan Ampera, atau titik lain yang menyediakan jasa perahu wisata.
Dari atas perahu, wisatawan bisa melihat sisi kota yang tidak terlihat dari jalan raya. Ada kapal yang bergerak pelan, rumah di tepian sungai, aktivitas warga, dan bangunan industri yang menjadi bagian dari wajah Palembang.
Waktu terbaik untuk menyeberang
Pagi dan sore hari menjadi waktu yang nyaman untuk menyeberang. Pagi memberi udara lebih segar, sedangkan sore memberi cahaya yang lebih lembut untuk foto. Jika datang pada musim hujan, wisatawan perlu bertanya kepada penyedia perahu mengenai kondisi arus dan cuaca.
Gunakan pelampung bila tersedia, terutama jika berwisata bersama anak anak atau orang tua. Pastikan harga perahu, durasi tunggu, dan titik kembali sudah disepakati sejak awal agar perjalanan lebih nyaman.
Aktivitas Wisata di Pulau Kemaro
Pulau Kemaro cocok untuk wisata singkat, tetapi tetap memiliki banyak kegiatan yang bisa dinikmati. Wisatawan dapat berfoto, berkeliling kawasan, mengenal legenda, menikmati suasana sungai, hingga melanjutkan perjalanan kuliner di Palembang.
Berfoto di sekitar pagoda
Pagoda sembilan lantai menjadi titik foto paling populer. Wisatawan dapat mengambil foto dari area halaman, sisi pohon, atau sudut yang memperlihatkan pagoda dengan latar langit. Saat ramai, sebaiknya bergantian dengan pengunjung lain agar suasana tetap tertib.
Bila datang siang hari, cuaca bisa terasa panas karena beberapa area terbuka. Gunakan topi, bawa air minum, dan pilih sudut teduh untuk beristirahat.
Mengunjungi kelenteng dan makam legenda
Kunjungan ke kelenteng dan makam memberi pengalaman budaya yang lebih dalam. Wisatawan dapat melihat bagaimana Pulau Kemaro tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga ruang yang dihormati oleh masyarakat Tionghoa Palembang.
Di area ini, sikap sopan sangat penting. Gunakan pakaian yang pantas, jangan mengganggu orang beribadah, dan tidak menyentuh benda sembahyang tanpa izin.
Menikmati suasana tepi Sungai Musi
Setelah berkeliling, wisatawan bisa duduk sejenak di area teduh sambil melihat Sungai Musi. Dari pulau, perahu dan kapal yang melintas menjadi pemandangan yang menarik. Suasana ini membuat Pulau Kemaro terasa berbeda dari wisata darat biasa.
“Duduk sebentar di tepian Pulau Kemaro membuat perjalanan terasa lengkap. Di satu sisi ada pagoda, di sisi lain ada Sungai Musi yang terus bergerak.”
Rekomendasi Penginapan di Sekitar Pulau Kemaro

Wisatawan umumnya memilih menginap di pusat Kota Palembang agar lebih mudah menuju dermaga, wisata Sungai Musi, Jembatan Ampera, Benteng Kuto Besak, dan pusat kuliner. Pilihan hotel di sekitar pusat kota dan kawasan Ilir Timur cukup beragam, mulai dari hotel sederhana hingga hotel bintang empat.
| Nama Penginapan | Area | Cocok Untuk | Gambaran Singkat |
|---|---|---|---|
| The Alts Hotel Palembang | Ilir Timur | Keluarga dan perjalanan kota | Cocok untuk wisatawan yang ingin akses ke pusat kota, kuliner, dan dermaga wisata Sungai Musi |
| THE 1O1 Palembang Rajawali | Rajawali | Pasangan dan keluarga | Pilihan hotel kota yang cukup strategis untuk perjalanan ke Jembatan Ampera dan Pulau Kemaro |
| Grand Permata Hotel Palembang by Sajiwa | Sekitar kawasan Pulau Kemaro | Wisatawan singkat | Salah satu pilihan yang bisa dipertimbangkan dekat kawasan Pulau Kemaro Pagoda |
| Aryaduta Palembang | Pusat kota | Keluarga dan perjalanan bisnis | Cocok untuk wisatawan yang ingin fasilitas hotel besar dan akses ke pusat belanja |
| Beston Hotel Palembang | Ilir Timur | Keluarga dan rombongan | Pilihan hotel kota dengan akses ke kuliner dan beberapa objek wisata |
| Wyndham Opi Hotel Palembang | Jakabaring dan sekitarnya | Keluarga dan rombongan | Cocok jika wisatawan ingin menggabungkan wisata kota dan area Jakabaring |
Rekomendasi Kuliner di Sekitar Pulau Kemaro dan Palembang
Wisata ke Pulau Kemaro akan terasa lebih lengkap jika dilanjutkan dengan kuliner khas Palembang. Kota ini terkenal dengan olahan ikan, kuah gurih, rasa asam segar, dan sambal cuko yang kuat. Beberapa menu tradisional berbahan ikan seperti pindang patin, celimpungan, tekwan, model ikan, dan burgo terus diminati warga lokal maupun wisatawan.
| Kuliner atau Tempat Makan | Area | Menu yang Bisa Dicoba | Catatan Kunjungan |
|---|---|---|---|
| Pempek Beringin | Pusat kota Palembang | Pempek kapal selam, lenjer, kulit, cuko | Cocok untuk wisatawan yang ingin mencoba pempek populer di Palembang |
| Pempek Candy | Palembang | Pempek, otak otak, oleh oleh | Pilihan mudah untuk makan di tempat atau membawa pulang |
| Mie Celor 26 Ilir H Syafe’i | 26 Ilir | Mie celor kuah santan udang | Cocok untuk sarapan atau makan siang sebelum wisata sungai |
| Rumah Makan Pindang Musi Rawas | Palembang | Pindang patin, lauk khas Sumatera Selatan | Cocok untuk wisatawan yang ingin mencicipi kuah ikan khas Palembang |
| River Side Restaurant | Tepi Sungai Musi | Seafood, makanan Indonesia, pemandangan sungai | Pilihan makan dengan suasana Sungai Musi |
| Warung tekwan dan model lokal | Pusat kota dan sekitar dermaga | Tekwan, model ikan, celimpungan | Cocok untuk mencicipi hidangan berkuah setelah berkeliling |
Lima Hal Menarik di Pulau Kemaro
Pulau Kemaro memiliki banyak sisi yang membuatnya layak masuk daftar wisata utama Palembang. Tempat ini tidak hanya menampilkan bangunan indah, tetapi juga cerita rakyat, perjalanan sungai, budaya Tionghoa, dan kuliner kota yang mudah digabungkan dalam satu rute.
| Hal Menarik | Penjelasan Detail |
|---|---|
| Pagoda sembilan lantai | Bangunan tinggi berwarna merah dan emas menjadi ikon utama yang langsung terlihat dari kawasan pulau |
| Legenda Tan Bun An dan Siti Fatimah | Cerita rakyat yang melekat pada Pulau Kemaro memberi nilai sejarah dan daya tarik emosional bagi wisatawan |
| Kelenteng Hok Tjing Rio | Tempat ibadah yang membuat Pulau Kemaro dikenal sebagai ruang religi dan budaya Tionghoa di Palembang |
| Perjalanan perahu di Sungai Musi | Wisatawan menikmati Palembang dari jalur air sebelum tiba di pulau |
| Dekat dengan kuliner Palembang | Setelah berkunjung, wisatawan mudah melanjutkan perjalanan untuk mencicipi pempek, tekwan, model, mie celor, dan pindang |
Fakta Menarik Tentang Pulau Kemaro
Pulau Kemaro memiliki beberapa fakta yang membuatnya berbeda dari destinasi lain di Palembang. Fakta ini dapat menjadi bekal wisatawan sebelum datang, terutama bagi yang baru pertama kali mengenal wisata Sungai Musi.
Berada sekitar 6 kilometer dari Jembatan Ampera
Pulau Kemaro berada sekitar 6 kilometer dari Jembatan Ampera. Posisi ini membuat wisatawan dapat menyusun rute wisata Sungai Musi dengan cukup mudah, terutama bila berangkat dari kawasan pusat kota atau tepian sungai yang menyediakan perahu wisata.
Menjadi ruang budaya Tionghoa di Sumatera Selatan
Pulau Kemaro dikenal sebagai tempat yang sangat bersejarah bagi warga Tionghoa di Sumatera Selatan. Hal ini menunjukkan bahwa pulau kecil ini memiliki posisi penting dalam hubungan budaya Palembang dan Tionghoa.
Pagoda dibangun pada 2006
Pagoda Pulau Kemaro dibangun pada 2006, memiliki sembilan lantai, dan tingginya sekitar 45 meter. Bentuknya yang tinggi dan warnanya yang cerah membuat bangunan ini menjadi ikon wisata yang sangat mudah dikenali.
Cap Go Meh menjadi momen paling ramai
Pulau Kemaro menjadi salah satu lokasi utama perayaan Cap Go Meh di Palembang. Saat periode tersebut, pengunjung datang untuk ibadah, melihat suasana budaya, dan menikmati kemeriahan pulau yang dipenuhi lampion serta aktivitas warga.
Tidak ada tiket masuk tetap yang selalu sama
Beberapa informasi wisata menyebut Pulau Kemaro tidak selalu memiliki tiket masuk seperti tempat wisata tertutup, tetapi wisatawan tetap perlu menyiapkan biaya perahu, parkir, dan kebutuhan kecil lain. Biaya bisa berubah mengikuti hari kunjungan, titik keberangkatan, dan kesepakatan dengan penyedia perahu.
Tips Berkunjung ke Pulau Kemaro
Agar kunjungan terasa nyaman, wisatawan perlu memperhatikan waktu datang, pakaian, biaya perahu, dan kondisi cuaca. Pulau Kemaro adalah wisata sungai dan budaya, sehingga persiapannya sedikit berbeda dari wisata kota biasa.
Datang pagi atau sore hari
Pagi hari cocok untuk wisatawan yang ingin suasana lebih tenang dan cahaya foto yang lembut. Sore hari cocok untuk menikmati Sungai Musi dengan warna langit yang lebih hangat. Jika datang saat Cap Go Meh, datang lebih awal karena perahu dan kawasan pulau dapat sangat ramai.
Gunakan pakaian sopan
Karena ada kelenteng dan area ibadah, pakaian sopan sangat disarankan. Hindari pakaian yang terlalu terbuka, terutama jika ingin masuk atau berada dekat area yang digunakan untuk berdoa.
Sepakati harga perahu sejak awal
Sebelum naik perahu, tanyakan harga, durasi perjalanan, waktu tunggu, dan titik kembali. Jika datang bersama rombongan, biaya bisa dibagi agar lebih hemat. Pastikan perahu dalam kondisi layak dan gunakan pelampung bila tersedia.
Bawa uang tunai
Uang tunai penting untuk membayar perahu, parkir, toilet, makanan ringan, atau kebutuhan lain. Siapkan pecahan kecil agar transaksi lebih mudah selama berada di dermaga maupun pulau.
Itinerary Satu Hari ke Pulau Kemaro
Pulau Kemaro cocok dimasukkan dalam rute satu hari di Palembang. Wisatawan dapat menggabungkan wisata sungai, sejarah, kuliner, dan ikon kota tanpa harus berpindah terlalu jauh.
Pagi, mulai dari Jembatan Ampera dan Benteng Kuto Besak
Perjalanan dapat dimulai dari kawasan Jembatan Ampera dan Benteng Kuto Besak. Wisatawan bisa berjalan sebentar di tepian sungai, mengambil foto, lalu mencari perahu menuju Pulau Kemaro. Pagi hari memberi suasana lebih nyaman karena cuaca belum terlalu panas.
Siang, berkeliling Pulau Kemaro
Setibanya di Pulau Kemaro, wisatawan dapat berkeliling area pagoda, melihat kelenteng, mengunjungi area makam legenda, dan berfoto di beberapa sudut. Gunakan waktu secukupnya agar tidak terburu buru, tetapi tetap perhatikan jadwal perahu yang menunggu.
Sore, lanjut kuliner Palembang
Setelah kembali dari Pulau Kemaro, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan kuliner. Pilihan yang mudah adalah pempek, tekwan, mie celor, pindang patin, atau makan di restoran tepi Sungai Musi. Sore hingga malam hari juga cocok untuk kembali menikmati Jembatan Ampera dari tepian sungai.
Catatan Harga dan Waktu Kunjungan
Biaya wisata ke Pulau Kemaro dapat berubah mengikuti titik keberangkatan perahu, jumlah penumpang, musim liburan, dan acara tertentu. Wisatawan sebaiknya tidak hanya menanyakan tarif pergi, tetapi juga tarif pulang dan durasi menunggu.
Perhatikan cuaca Sungai Musi
Jika hujan deras atau angin kuat, perjalanan perahu sebaiknya ditunda. Sungai Musi dapat terasa berbeda saat cuaca berubah. Dengarkan saran pengemudi perahu dan jangan memaksakan menyeberang bila kondisi tidak nyaman.
Hormati pengunjung yang beribadah
Pulau Kemaro sering dikunjungi untuk kegiatan religi. Jangan mengambil foto terlalu dekat tanpa izin, jangan mengganggu orang yang sedang berdoa, dan jangan menyentuh perlengkapan ibadah.
Jaga kebersihan pulau dan sungai
Bawa kembali sampah pribadi seperti botol plastik, bungkus makanan, tisu, dan kantong belanja. Jangan membuang sampah ke Sungai Musi atau meninggalkannya di area pulau. Pulau Kemaro akan tetap nyaman jika wisatawan ikut menjaga kawasan pagoda, kelenteng, makam, dan tepian sungainya


Comment