Kota Makassar adalah pintu besar Sulawesi Selatan yang mempertemukan laut, sejarah, kuliner, perdagangan, dan kehidupan perkotaan yang bergerak cepat. Dari Pantai Losari yang menjadi ruang santai warga, Fort Rotterdam yang menyimpan jejak panjang kerajaan dan kolonial, hingga Pelabuhan Paotere yang masih dipenuhi kapal kayu berwarna warni, Makassar memberi pengalaman wisata yang lengkap bagi siapa pun yang ingin mengenal Indonesia Timur dari tepi laut. Sejak awal pertumbuhannya, Makassar dikenal sebagai kota pelabuhan penting dalam jalur perdagangan, bahkan disebut telah menunjukkan peran sebagai kota pelabuhan dalam perdagangan dunia sejak abad ke 15.
Makassar dan Wajah Kota Pesisir yang Selalu Hidup

Makassar bukan kota yang hanya menarik karena gedung, jalan besar, dan pusat belanja. Kota ini memiliki denyut pesisir yang kuat. Wisatawan dapat merasakannya dari aroma laut di sekitar Losari, aktivitas perahu di pelabuhan rakyat, sampai sajian ikan bakar, coto, konro, pallubasa, dan pisang epe yang mudah ditemukan di banyak sudut kota.
Sebagai ibu kota Sulawesi Selatan, Kota ini menjadi tempat persinggahan penting bagi wisatawan yang ingin melanjutkan perjalanan ke Toraja, Tanjung Bira, Bantimurung, Rammang Rammang, hingga pulau pulau kecil di sekitar Selat Makassar. Kota ini juga menjadi simpul transportasi, perdagangan, pendidikan, dan kuliner. Kota ini memiliki gambaran perkotaan yang lengkap, mulai dari wilayah pesisir, kawasan niaga, permukiman padat, pusat layanan publik, hingga ruang wisata yang tersebar di banyak titik.
Di Kota ini, wisatawan bisa memulai pagi dengan kuliner hangat, siang dengan wisata sejarah, sore dengan menikmati angin laut, lalu malam dengan makan seafood. Pola perjalanan seperti ini membuat Makassar terasa mudah dinikmati, terutama bagi wisatawan yang baru pertama kali datang ke Sulawesi Selatan.
“Kota ini paling enak dinikmati dengan berjalan pelan di tepi laut. Dari Losari sampai Paotere, kota ini terasa punya hubungan yang sangat dekat dengan air, kapal, dan cerita orang pesisir.”
Gerbang Maritim Indonesia Timur yang Terbentuk dari Laut dan Perdagangan
Sebutan Kota ini sebagai gerbang maritim Indonesia Timur bukan sekadar label promosi. Kota ini tumbuh dari hubungan panjang dengan laut. Letaknya di pesisir barat daya Sulawesi membuat Makassar sejak lama menjadi tempat singgah kapal, jalur perdagangan, dan ruang pertemuan banyak budaya.
Pelabuhan dan aktivitas niaga memberi warna kuat pada Kota ini. Di masa lalu, posisi ini membuat Kota ini menjadi salah satu bandar yang penting dalam jalur rempah, pelayaran, dan hubungan antarpulau. Pada masa kini, peran tersebut terus terasa melalui Pelabuhan Soekarno Hatta, Pelabuhan Paotere, dan pengembangan Makassar New Port. Kawasan pelabuhan modern memperlihatkan posisi Makassar sebagai simpul logistik penting bagi wilayah timur Indonesia.
Bagi wisatawan, sisi maritim Kota ini dapat dilihat dengan cara sederhana. Datanglah ke Paotere pada pagi hari, lihat kapal kayu bersandar, perhatikan aktivitas bongkar muat, lalu lanjut ke Pantai Losari saat sore. Dalam satu hari, wajah maritim Makassar terasa jelas tanpa perlu masuk ke ruang pelabuhan besar.
Paotere dan Kapal Pinisi yang Menjadi Jejak Bahari
Pelabuhan Paotere adalah salah satu tempat terbaik untuk melihat sisi bahari Makassar dari dekat. Pelabuhan tua ini dahulu menjadi pusat perdagangan penting dan sampai sekarang masih memperlihatkan aktivitas kapal kayu, perahu nelayan, serta pasar ikan yang ramai pada waktu tertentu.
Wisatawan yang datang ke Paotere akan melihat kapal kayu, tali tambat, buruh pelabuhan, pedagang ikan, dan aktivitas pesisir yang berjalan apa adanya. Tempat ini berbeda dari kawasan wisata yang serba tertata. Justru dari suasana kerja harian itulah Paotere terasa menarik. Pengunjung perlu menjaga sikap, tidak mengganggu aktivitas pelabuhan, dan meminta izin bila ingin memotret orang dari jarak dekat.
Pantai Losari, Ruang Senja yang Jadi Wajah Kota

Pantai Losari adalah titik paling populer untuk mengenal Kota ini dalam waktu singkat. Kawasan ini bukan pantai pasir seperti banyak destinasi lain, melainkan anjungan luas di tepi laut yang menjadi tempat warga dan wisatawan berkumpul, berjalan santai, berfoto, menikmati jajanan, dan menunggu matahari turun.
Pantai Losari dikenal sebagai atraksi wisata ikonik Kota Makassar, terkenal dengan pemandangan matahari tenggelam, buka sepanjang hari, serta berada di Jalan Penghibur. Di kawasan ini wisatawan juga dapat menikmati pisang epe, mie titi, minuman dingin, dan aneka jajanan yang mudah ditemukan pada sore hingga malam hari.
Losari paling ramai pada sore hingga malam. Wisatawan dapat berjalan di anjungan, berfoto di tulisan besar Pantai Losari, menikmati angin laut, lalu mencicipi jajanan. Suasana kota terasa sangat terbuka di sini. Ada keluarga, anak muda, pedagang, wisatawan, komunitas olahraga, sampai pengunjung yang hanya ingin duduk memandang laut.
Masjid Terapung dan Suasana Tepi Laut
Salah satu pemandangan khas di kawasan Losari adalah masjid terapung yang berdiri dekat anjungan. Bangunan ini memperkuat karakter kawasan pesisir kota. Saat sore, siluet bangunan, cahaya langit, dan permukaan air menghadirkan suasana yang banyak dicari wisatawan.
Kunjungan ke Losari tidak perlu dibuat terburu buru. Datanglah sekitar pukul 16.30 agar masih punya waktu melihat kawasan sebelum senja. Setelah itu, wisatawan bisa lanjut makan malam di sekitar pusat kota atau kawasan seafood.
“Sore di Losari terasa seperti melihat Kota ini dalam satu tempat. Ada laut, makanan, keluarga, anak muda, dan langit yang perlahan berubah warna.”
Fort Rotterdam, Benteng Tua di Tengah Kota
Fort Rotterdam adalah destinasi sejarah yang sangat penting di Kota ini. Benteng ini berada di Jalan Ujung Pandang dan mudah dijangkau dari kawasan Pantai Losari. Dari luar, bangunannya terlihat kokoh dengan dinding tua, halaman luas, dan arsitektur kolonial yang masih terjaga.
Fort Rotterdam kini digunakan sebagai museum dan pusat kegiatan kebudayaan. Benteng ini dibangun di lokasi Benteng Ujung Pandang, salah satu benteng milik Kerajaan Gowa Tallo. Bagi wisatawan yang ingin mengenal Makassar dari sisi sejarah, Fort Rotterdam menjadi tempat yang sangat tepat untuk memulai perjalanan.
Di dalam kawasan benteng, wisatawan dapat berjalan di halaman, melihat bangunan lama, dan mengunjungi Museum La Galigo. Tempat ini cocok untuk wisatawan yang ingin memahami sejarah Makassar sebelum menikmati sisi kuliner dan lautnya.
Museum La Galigo dan Cerita Sulawesi Selatan
Museum La Galigo berada di kompleks Fort Rotterdam. Museum ini menjadi tempat untuk melihat koleksi budaya, sejarah, dan identitas Sulawesi Selatan. Koleksi yang ditampilkan memberi gambaran tentang kehidupan masyarakat, sejarah kerajaan, benda budaya, serta perjalanan panjang kawasan ini sebagai salah satu pusat penting di Sulawesi.
Kunjungan ke museum sebaiknya dilakukan siang atau pagi, sebelum wisatawan lanjut ke Losari saat sore. Dengan begitu, perjalanan terasa lebih tertata, dimulai dari sejarah, lalu berlanjut ke ruang publik kota dan kuliner.
Pulau, Pelabuhan, dan Wisata Bahari di Sekitar Makassar
Makassar juga menjadi pintu menuju wisata pulau. Dari kota ini, wisatawan bisa mengatur perjalanan ke Pulau Samalona, Pulau Lae Lae, Pulau Kayangan, dan beberapa titik pulau kecil lain. Pilihan ini membuat Makassar tidak hanya menarik sebagai kota, tetapi juga sebagai titik keberangkatan menuju wisata bahari singkat.
Wisata pulau cocok bagi wisatawan yang ingin melihat sisi laut Makassar lebih dekat. Perjalanan biasanya menggunakan perahu dari dermaga tertentu. Waktu terbaik adalah pagi hingga siang, saat cuaca lebih bersahabat dan laut relatif lebih nyaman.
Pulau Samalona dan Perjalanan Singkat dari Kota
Pulau Samalona menjadi salah satu pulau yang sering dipilih wisatawan karena jaraknya tidak terlalu jauh dari Makassar. Pulau kecil ini dikenal dengan air laut, suasana santai, dan pilihan aktivitas seperti berenang atau sekadar menikmati pantai.
Namun, wisatawan perlu memperhatikan cuaca dan keselamatan. Pastikan perahu dalam kondisi baik, gunakan pelampung, dan tanyakan waktu kembali sebelum berangkat. Wisata pulau akan lebih nyaman bila dilakukan bersama pemandu atau penyedia perahu yang sudah dikenal.
5 Hal yang Membuat Makassar Menarik untuk Dikunjungi
Makassar memiliki banyak alasan untuk masuk daftar perjalanan wisata Indonesia. Kota ini bukan hanya tempat transit, tetapi tujuan lengkap dengan sejarah, kuliner, laut, dan akses ke banyak daerah lain.
| No | Hal Menarik | Penjelasan Detail |
|---|---|---|
| 1 | Kota pelabuhan bersejarah | Makassar telah lama dikenal sebagai kota pelabuhan penting. Wisatawan bisa melihat jejaknya di Paotere, Fort Rotterdam, dan kawasan pesisir. |
| 2 | Pantai Losari yang mudah dijangkau | Losari berada di pusat kota, buka sepanjang hari, dan menjadi tempat terbaik untuk menikmati suasana tepi laut Makassar. |
| 3 | Kuliner kuat dan beragam | Coto, konro, pallubasa, pisang epe, pisang ijo, dan seafood membuat Makassar dikenal sebagai salah satu kota makan enak di Indonesia. |
| 4 | Akses ke banyak destinasi Sulawesi Selatan | Dari Makassar, wisatawan bisa lanjut ke Toraja, Bira, Rammang Rammang, Bantimurung, dan pulau pulau kecil sekitar kota. |
| 5 | Perpaduan kota modern dan kawasan tua | Gedung tinggi, pusat belanja, benteng tua, pelabuhan rakyat, dan kampung pesisir membuat Makassar memiliki wajah perjalanan yang beragam. |
Kuliner Khas Makassar yang Wajib Dicoba
Makassar adalah kota yang sangat kuat dalam urusan kuliner. Wisatawan bisa menemukan hidangan berkuah, olahan daging, ikan laut, jajanan manis, sampai makanan ringan khas Sulawesi Selatan.
Coto Makassar menjadi hidangan yang paling sering dicari wisatawan. Kuahnya gurih, rempahnya kuat, dan biasanya disajikan bersama ketupat. Sop konro menghadirkan iga sapi dengan kuah gelap yang kaya rasa. Pallubasa memiliki karakter kuah dan taburan serundeng yang membuatnya berbeda dari coto. Mie titi juga menjadi pilihan populer bagi wisatawan yang ingin mencoba menu khas Makassar selain hidangan daging.
| Kuliner | Ciri Rasa | Cocok Dicoba Saat | Catatan Wisata |
|---|---|---|---|
| Coto Makassar | Gurih, berempah, kuah pekat | Sarapan atau makan siang | Hidangan wajib bagi wisatawan pertama kali ke Makassar |
| Sop Konro | Iga sapi, kuah gelap, rasa kuat | Makan siang atau malam | Cocok untuk pencinta hidangan daging |
| Konro bakar | Iga bakar berbumbu, gurih, sedikit manis | Makan malam | Biasanya disajikan dengan kuah terpisah |
| Pallubasa | Daging atau jeroan, kuah rempah, serundeng | Makan siang | Salah satu ikon kuliner Makassar |
| Mie titi | Mi kering, kuah kental, sayur dan lauk | Makan malam | Cocok untuk wisatawan yang ingin menu selain nasi |
| Pisang epe | Pisang bakar pipih, saus gula merah | Sore atau malam | Banyak dicari di sekitar Losari |
| Es pisang ijo | Manis, dingin, berisi pisang berbalut adonan hijau | Siang hari | Cocok untuk cuaca Makassar yang panas |
| Jalangkote | Renyah, isi sayur, telur, atau daging | Camilan | Mudah ditemukan di toko kue dan penjual jajanan |
Rekomendasi Kawasan Kuliner di Makassar
Makassar memiliki banyak tempat makan. Wisatawan dapat memilih kawasan sesuai rute perjalanan. Untuk makan malam santai, area sekitar Losari dan pusat kota bisa menjadi pilihan. Untuk seafood, kawasan tepi laut dan restoran ikan bakar menjadi tujuan favorit. Untuk kuliner legendaris, wisatawan bisa mencari rumah makan coto, konro, pallubasa, dan mie titi yang tersebar di banyak titik kota.
| Kawasan Kuliner | Jenis Menu | Cocok Untuk | Alasan Direkomendasikan |
|---|---|---|---|
| Sekitar Pantai Losari | Pisang epe, mie titi, seafood, camilan | Wisatawan sore dan malam | Dekat anjungan, cocok setelah menikmati sunset |
| Pusat Kota Makassar | Coto, pallubasa, konro, nasi kuning | Wisatawan keluarga | Banyak pilihan dan mudah dijangkau dari hotel |
| Kawasan Jalan Nusantara dan sekitarnya | Seafood dan hidangan laut | Rombongan | Dekat suasana kota lama dan pelabuhan |
| Area Boulevard dan Panakkukang | Kafe, restoran modern, menu keluarga | Anak muda dan wisatawan santai | Banyak pilihan tempat duduk nyaman |
| Toko oleh oleh Makassar | Jalangkote, otak otak, pisang ijo, camilan | Belanja pulang | Cocok sebelum menuju bandara atau melanjutkan perjalanan |
Rekomendasi Penginapan di Sekitar Makassar

Menginap di Makassar sebaiknya disesuaikan dengan tujuan perjalanan. Wisatawan yang ingin dekat Pantai Losari dapat memilih hotel di kawasan Ujung Pandang atau sekitar Jalan Somba Opu. Wisatawan yang ingin dekat pusat belanja bisa memilih Panakkukang. Wisatawan yang mengejar akses bandara dapat memilih penginapan di jalur utara kota.
Pilihan penginapan di Makassar cukup beragam, mulai dari hotel berbintang, hotel bisnis, hotel keluarga, hingga penginapan ringkas untuk perjalanan singkat. Area sekitar Losari cocok untuk wisatawan yang ingin dekat dengan anjungan, kuliner, dan Fort Rotterdam.
| Penginapan | Area | Cocok Untuk | Kelebihan |
|---|---|---|---|
| Swiss Belhotel Makassar | Sekitar Losari dan pusat kota | Keluarga, pasangan, pebisnis | Akses mudah ke Pantai Losari, kuliner, dan kawasan kota |
| Aryaduta Makassar | Losari | Wisatawan santai dan keluarga | Dekat anjungan, cocok untuk menikmati suasana tepi laut |
| Aston Makassar Hotel and Convention Center | Pusat kota | Pebisnis, keluarga, rombongan | Fasilitas lengkap dan akses mudah ke Fort Rotterdam serta Losari |
| Aston Inn Pantai Losari Makassar | Area Losari | Wisatawan kota | Cocok bagi yang ingin dekat kawasan wisata utama |
| ibis Makassar City Center | Pusat kota | Wisatawan hemat dan perjalanan singkat | Lokasi strategis untuk kuliner dan aktivitas kota |
| Almadera Hotel Makassar | Dekat Losari | Keluarga dan rombongan | Berada dekat kawasan pantai dan pusat belanja |
| Whiz Prime Hotel Hasanuddin Makassar | Pusat kota | Backpacker dan wisatawan mandiri | Pilihan ringkas untuk menginap dekat area wisata kota |
| Expressia Hotel Makassar | Dekat Losari | Wisatawan muda dan perjalanan singkat | Lokasi dekat Pantai Losari dan mudah untuk wisata sore |
Fakta Menarik tentang Kota Makassar
Makassar memiliki banyak fakta yang membuatnya menarik untuk dikenalkan kepada wisatawan. Fakta ini memperlihatkan posisi kota sebagai pusat perjalanan, perdagangan, kuliner, dan budaya Sulawesi Selatan.
Pertama, Makassar telah lama memiliki peran sebagai kota pelabuhan. Sejak abad ke 15, kota ini disebut sudah menunjukkan peran dalam perdagangan dunia, sekaligus berada dalam jaringan perdagangan yang menghubungkan dunia niaga Asia dan Eropa.
Kedua, Fort Rotterdam menjadi salah satu bangunan sejarah paling penting di kota ini. Benteng tersebut kini digunakan sebagai museum dan pusat kegiatan kebudayaan, serta menjadi salah satu tujuan wisata sejarah paling dikenal di Makassar.
Ketiga, Pantai Losari bukan pantai pasir, tetapi anjungan kota yang menjadi ruang publik populer. Lokasinya berada di Jalan Penghibur dan menjadi tempat favorit untuk menikmati suasana sore di tepi laut.
Keempat, Pelabuhan Paotere memberi wajah bahari yang masih terasa kuat. Pelabuhan ini dikenal sebagai pelabuhan tua yang dahulu menjadi pusat perdagangan utama dan kini menarik wisatawan dengan deretan kapal serta pasar ikan.
Kelima, Makassar New Port memperlihatkan peran kota yang terus kuat dalam jalur logistik Indonesia Timur. Pelabuhan modern ini memperkuat posisi Makassar sebagai salah satu simpul penting untuk pergerakan barang dan perdagangan di kawasan timur Indonesia.
“Makassar terasa lengkap karena wisatawan bisa berpindah dari benteng tua ke anjungan laut, lalu menutup hari dengan kuliner hangat yang rasanya tegas dan mudah diingat.”
Itinerary Satu Hari Menikmati Makassar
Wisatawan yang hanya punya satu hari tetap bisa menikmati beberapa wajah Makassar. Kuncinya adalah memulai perjalanan pagi dan memilih destinasi yang berada dalam jalur kota.
| Waktu | Kegiatan | Catatan |
|---|---|---|
| 07.00 | Sarapan coto Makassar | Pilih rumah makan coto di pusat kota |
| 08.30 | Kunjungan ke Fort Rotterdam | Lihat bangunan tua, halaman benteng, dan Museum La Galigo |
| 10.30 | Singgah ke kawasan Somba Opu | Cocok untuk mencari oleh oleh dan camilan |
| 12.00 | Makan siang konro atau pallubasa | Pilih rumah makan yang mudah dijangkau dari pusat kota |
| 14.00 | Menuju Pelabuhan Paotere | Lihat kapal kayu dan suasana pelabuhan rakyat |
| 16.30 | Sore di Pantai Losari | Nikmati anjungan, angin laut, dan suasana kota |
| 18.30 | Coba pisang epe atau mie titi | Cocok sebagai makan malam ringan |
| 20.00 | Makan seafood atau kembali ke hotel | Sesuaikan dengan tenaga dan lokasi penginapan |
Itinerary Dua Hari untuk Wisata Kota dan Pulau
Bila memiliki waktu dua hari, wisatawan dapat menikmati Makassar dengan lebih nyaman. Hari pertama bisa difokuskan pada wisata kota, sedangkan hari kedua untuk wisata pulau atau kawasan sekitar.
| Hari | Waktu | Kegiatan | Catatan |
|---|---|---|---|
| Hari pertama | Pagi | Fort Rotterdam dan Museum La Galigo | Cocok untuk mengenal sejarah kota |
| Hari pertama | Siang | Kuliner coto, konro, atau pallubasa | Pilih lokasi dekat pusat kota |
| Hari pertama | Sore | Pantai Losari | Waktu terbaik untuk suasana tepi laut |
| Hari pertama | Malam | Seafood atau mie titi | Banyak pilihan di sekitar kota |
| Hari kedua | Pagi | Perjalanan ke Pulau Samalona atau Lae Lae | Pastikan cuaca dan perahu aman |
| Hari kedua | Siang | Kembali ke Makassar | Lanjut makan siang dan istirahat |
| Hari kedua | Sore | Belanja oleh oleh | Cari jalangkote, otak otak, kopi, atau camilan |
| Hari kedua | Malam | Kuliner penutup | Coba pisang ijo, pisang epe, atau kopi lokal |
Perkiraan Biaya Wisata di Makassar
Biaya wisata di Makassar dapat disesuaikan dengan gaya perjalanan. Wisatawan bisa membuat perjalanan hemat dengan transportasi daring dan kuliner lokal, atau memilih hotel nyaman serta wisata pulau dengan perahu sewaan.
| Kebutuhan | Perkiraan Biaya | Catatan |
|---|---|---|
| Transportasi lokal dalam kota | Rp25.000 sampai Rp150.000 per hari | Tergantung jarak, jumlah destinasi, dan jenis kendaraan |
| Tiket Fort Rotterdam | Tanpa biaya masuk | Siapkan uang bila ingin memberi donasi atau masuk museum tertentu |
| Kunjungan Pantai Losari | Tanpa biaya masuk | Biaya utama biasanya parkir, makanan, dan minuman |
| Makan coto atau pallubasa | Rp35.000 sampai Rp80.000 per orang | Tergantung tempat makan dan tambahan lauk |
| Makan seafood | Rp75.000 sampai Rp200.000 per orang | Tergantung jenis ikan dan porsi |
| Wisata pulau | Rp100.000 sampai Rp500.000 per orang | Tergantung perahu, jumlah peserta, dan tujuan |
| Hotel budget | Mulai sekitar Rp200.000 per malam | Harga berubah sesuai musim dan platform pemesanan |
| Hotel nyaman dekat Losari | Rp500.000 ke atas per malam | Cocok untuk keluarga atau perjalanan santai |
| Oleh oleh | Rp50.000 sampai ratusan ribu | Tergantung jenis makanan, kopi, atau kerajinan |
Etika Wisata di Makassar
Makassar adalah kota besar yang ramah wisatawan, tetapi pengunjung tetap perlu menjaga sikap di ruang publik. Saat berada di pelabuhan, jangan mengganggu pekerja dan jangan masuk ke area yang tidak diperbolehkan. Saat berada di Fort Rotterdam, jaga bangunan tua, tidak mencoret dinding, dan ikuti aturan museum.
Di Pantai Losari, buang sampah pada tempatnya dan hindari duduk di area yang menghalangi jalur pejalan kaki. Bila ingin memotret orang, pedagang, atau aktivitas pelabuhan, mintalah izin dengan sopan. Cara sederhana ini membuat perjalanan terasa lebih baik bagi wisatawan dan warga setempat.
Waktu Terbaik Berkunjung ke Makassar
Makassar dapat dikunjungi sepanjang tahun, tetapi wisata kota paling nyaman dilakukan pagi dan sore. Siang hari bisa terasa panas, sehingga lebih cocok diisi dengan museum, makan siang, atau istirahat di hotel.
Untuk Pantai Losari, sore hari menjadi waktu favorit. Untuk Fort Rotterdam, pagi atau menjelang sore terasa lebih nyaman karena cahaya tidak terlalu keras. Untuk Paotere, pagi hari memberi kesempatan melihat aktivitas pelabuhan yang lebih hidup.
Tips Menikmati Makassar dengan Nyaman
Persiapan perjalanan di Makassar sebaiknya dibuat sederhana tetapi rapi. Gunakan pakaian yang nyaman untuk cuaca panas, bawa topi, air minum, kacamata hitam, dan alas kaki yang enak dipakai berjalan. Simpan uang tunai kecil untuk parkir, jajanan, dan belanja di pasar.
Bila ingin menggabungkan Makassar dengan Toraja atau Tanjung Bira, sisihkan waktu lebih dari tiga hari. Makassar bisa menjadi tempat istirahat sebelum perjalanan darat panjang. Untuk wisatawan yang hanya punya waktu singkat, pilih hotel di sekitar Losari atau pusat kota agar lebih mudah menuju tempat makan, Fort Rotterdam, Paotere, dan pusat oleh oleh.



Comment