Kota Parepare adalah salah satu kota pesisir paling menarik di Sulawesi Selatan. Letaknya berada di jalur strategis antara Makassar, Barru, Pinrang, dan wilayah Ajatappareng, dengan wajah kota yang dekat dengan teluk, pelabuhan, bukit, taman kota, kuliner Bugis, serta kenangan tentang BJ Habibie. Parepare juga dikenal sebagai kota pelabuhan yang berada di utara Makassar, dengan area pelabuhan yang memiliki peran penting untuk penumpang, barang, kontainer, dan aktivitas pelabuhan rakyat.
Parepare dan Wajah Kota Pelabuhan di Tepi Teluk

Kota ini bukan kota yang perlu dinikmati dengan terburu buru. Kota ini punya ukuran yang tidak terlalu besar, tetapi menyimpan banyak tempat untuk berhenti, berjalan, makan, dan melihat laut dari jarak dekat. Wisatawan yang datang dari Makassar menuju Toraja atau Palopo sering menjadikan Parepare sebagai titik singgah, padahal kota ini cukup menarik untuk dijelajahi lebih lama.
Sebagai kota pelabuhan, Kota ini punya hubungan yang kuat dengan laut. Aktivitas kapal, dermaga, perdagangan, penumpang, dan kuliner pesisir membentuk wajah kota yang hidup sejak pagi hingga malam. Pelabuhan Nusantara dikenal sebagai pelabuhan penumpang, Cappa Ujung sebagai area barang dan kontainer, sedangkan Lontangnge dikenal sebagai pelabuhan rakyat. Pembagian fungsi ini membuat Kota ini tidak hanya menjadi kota singgah, tetapi juga simpul pergerakan orang dan barang di kawasan barat Sulawesi Selatan.
Di sepanjang kawasan tepi laut, wisatawan dapat menemukan tempat duduk, jalan kota, taman, dan beberapa titik yang cocok untuk menikmati sore. Saat cuaca cerah, Teluk Kota ini terlihat tenang dengan kapal yang bergerak pelan. Suasana ini memberi alasan mengapa banyak orang menyebut Parepare sebagai kota kecil yang nyaman untuk istirahat dalam perjalanan panjang.
“Sore di Kota ini terasa ringan. Dari tepi laut, wisatawan bisa melihat kapal, lampu kota, dan langit yang berubah warna tanpa perlu berjalan jauh dari pusat kota.”
Akses Menuju Kota Parepare

Sebelum menyusun perjalanan, wisatawan perlu mengetahui bahwa Kota ini mudah dijangkau dari Makassar melalui jalur darat. Rute ini termasuk salah satu jalur utama di Sulawesi Selatan karena menghubungkan Makassar dengan kawasan utara seperti Pinrang, Sidrap, Enrekang, Toraja, Palopo, dan Luwu Raya.
Perjalanan dari Makassar menuju Kota ini biasanya ditempuh menggunakan mobil pribadi, bus antarkota, travel, atau kendaraan sewaan. Jalur darat melewati Maros, Pangkep, Barru, lalu masuk ke Parepare. Sepanjang perjalanan, wisatawan akan melihat kawasan pesisir, jalan nasional, perbukitan, sawah, dan permukiman yang menjadi bagian dari perjalanan lintas Sulawesi Selatan.
Bagi wisatawan yang datang dari Toraja, Kota ini sering menjadi kota istirahat sebelum kembali ke Makassar. Dari arah utara, kota ini terasa seperti titik yang nyaman untuk makan, menginap, dan menikmati laut setelah melewati perjalanan darat yang panjang.
Rute dari Makassar dan Toraja
Dari Makassar, berangkat pagi menjadi pilihan terbaik agar wisatawan tiba di Kota ini sebelum siang. Dengan begitu, waktu masih cukup untuk makan siang, mampir ke Monumen Cinta Sejati Habibie Ainun, melihat Pantai Mattirotasi, lalu menikmati suasana sore di tepi laut.
Dari Toraja, Kota ini bisa dijadikan tempat bermalam sebelum melanjutkan perjalanan ke Makassar. Rute ini cocok bagi wisatawan yang tidak ingin memaksakan perjalanan panjang dalam satu hari. Kota ini memiliki pilihan penginapan, restoran, kafe, dan tempat santai yang mudah dijangkau.
Jejak BJ Habibie di Kota Kelahiran

Kota ini sangat lekat dengan nama Bacharuddin Jusuf Habibie. Tokoh nasional yang pernah menjadi Presiden ketiga Republik Indonesia itu lahir di Kota ini pada 25 Juni 1936. Jejaknya kemudian diabadikan dalam sejumlah ruang kota, termasuk Monumen Cinta Sejati Habibie Ainun dan Museum BJ Habibie.
Monumen Cinta Sejati Habibie Ainun berada di Lapangan Andi Makkasau, Jalan Karaeng Burane, Kelurahan Mallusetasi, Kecamatan Ujung. Letaknya yang berada di pusat kota membuat monumen ini mudah dijangkau wisatawan. Area sekitarnya juga memiliki taman, jalan setapak, dan fasilitas umum sehingga cocok untuk berfoto atau bersantai.
Bagi wisatawan, jejak Habibie di Kota ini bukan hanya tentang patung atau bangunan. Kota ini menghadirkan rasa kedekatan dengan masa kecil seorang tokoh besar Indonesia. Berjalan di sekitar monumen, melihat ruang publik yang ramai, dan menyambungkan perjalanan ke Museum BJ Habibie membuat kunjungan terasa lebih lengkap.
Monumen Cinta Sejati Habibie Ainun
Monumen ini menjadi salah satu ikon utama Kota ini. Patung BJ Habibie dan Ainun berdiri berdampingan, menjadi titik foto populer bagi warga dan wisatawan. Pada malam hari, area monumen terlihat lebih hidup dengan lampu kota dan suasana Lapangan Andi Makkasau yang ramai.
Tempat ini cocok dikunjungi pada sore atau malam hari. Wisatawan bisa datang setelah makan siang atau sebelum menikmati kuliner malam. Karena berada di ruang publik, pengunjung juga bisa melihat aktivitas warga Parepare, mulai dari keluarga yang berjalan santai sampai anak muda yang berkumpul di sekitar taman.
Museum BJ Habibie
Museum BJ Habibie menjadi tempat yang menarik untuk mengenal sisi lain Kota ini. Museum ini dibangun untuk mengenang dan merawat kisah hidup BJ Habibie, terutama sebagai tokoh nasional yang lahir dari kota ini.
Museum ini cocok untuk wisatawan yang tertarik pada sejarah tokoh nasional, pendidikan, teknologi, dan perjalanan hidup Habibie. Kunjungan ke museum dapat digabung dengan Monumen Cinta Sejati Habibie Ainun karena keduanya sama sama berada dalam rute kota yang mudah dijangkau.
“Berhenti di Monumen Habibie Ainun memberi kesan bahwa Kota ini bukan hanya kota pelabuhan. Kota ini juga punya ingatan kuat tentang tokoh yang lahir dari tanahnya sendiri.”
Pantai Mattirotasi dan Sunset Tepi Laut
Pantai Mattirotasi adalah salah satu ruang tepi laut yang paling mudah dikenali di Kota ini. Kawasan ini sering menjadi tempat warga menikmati sore, berjalan santai, membeli jajanan, atau sekadar duduk menghadap teluk. Letaknya yang dekat dengan pusat kota membuat pantai ini cocok untuk wisatawan yang tidak punya banyak waktu.
Pantai Mattirotasi juga dikenal sebagai salah satu tempat untuk melihat suasana matahari turun di Kota ini. Saat sore, udara mulai lebih nyaman, jalan tepi laut lebih ramai, dan warna langit membuat kawasan ini terasa hangat. Bagi wisatawan yang suka fotografi kota, tempat ini dapat menjadi pilihan ringan tanpa harus keluar jauh dari pusat kota.
Kawasan tepi laut Parepare memberi pengalaman yang sederhana tetapi menyenangkan. Tidak harus selalu bermain pasir atau berenang. Cukup duduk, melihat kapal, mendengar suara kendaraan kota, dan menikmati jajanan sudah cukup untuk merasakan karakter Parepare sebagai kota teluk.
Pantai Tonrangeng dan Ruang Wisata Baru
Selain Mattirotasi, Parepare juga punya kawasan Tonrangeng River Side. Kawasan ini dikenal sebagai ruang tepi sungai dengan jalur yang nyaman untuk berjalan, menikmati lampu kota, dan melihat suasana Parepare pada malam hari.
Tempat ini cocok untuk wisatawan yang ingin menikmati suasana malam di Parepare. Cahaya lampu, sungai, dan jalan kota memberi suasana berbeda dari kawasan pantai. Tonrangeng River Side juga dapat dimasukkan dalam rute setelah makan malam atau sebelum kembali ke penginapan.
Pelabuhan Parepare dan Gerak Kota yang Tidak Pernah Sepi
Sebagai kota pelabuhan, Parepare memiliki sisi yang menarik untuk dilihat dari dekat. Pelabuhan tidak hanya menjadi tempat kapal datang dan pergi, tetapi juga menjadi penanda bahwa kota ini berada dalam jalur penting pergerakan manusia dan barang.
Pelabuhan Parepare memiliki beberapa area dengan fungsi berbeda. Pelabuhan Nusantara melayani penumpang, Cappa Ujung digunakan untuk barang dan kontainer, sedangkan Lontangnge berfungsi sebagai pelabuhan rakyat. Kehadiran pelabuhan ini membuat aktivitas kota terasa hidup, terutama pada waktu kapal datang, barang dipindahkan, atau penumpang mulai berangkat.
Wisatawan yang ingin melihat sisi pelabuhan sebaiknya tetap menjaga sikap. Jangan masuk area terbatas, jangan mengganggu aktivitas pekerja, dan selalu meminta izin bila ingin memotret orang dari jarak dekat. Pelabuhan adalah ruang kerja, sehingga wisatawan perlu menikmatinya dengan tertib.
5 Hal yang Membuat Parepare Menarik untuk Dikunjungi
Parepare punya daya tarik yang cukup lengkap untuk kota berukuran sedang. Wisatawan bisa menikmati sejarah tokoh nasional, pelabuhan, tepi laut, kuliner Bugis, dan ruang kota yang mudah dijelajahi dalam waktu singkat.
| No | Hal Menarik | Penjelasan Detail |
|---|---|---|
| 1 | Kota kelahiran BJ Habibie | Parepare menyimpan jejak kuat BJ Habibie melalui monumen, museum, dan ruang kota yang memakai nama tokoh tersebut. |
| 2 | Kota pelabuhan di tepi teluk | Pelabuhan Parepare menjadi salah satu bagian penting dari aktivitas kota, melayani penumpang, barang, dan pelabuhan rakyat. |
| 3 | Sunset di kawasan tepi laut | Pantai Mattirotasi dan kawasan pesisir kota cocok untuk menikmati sore tanpa harus jauh dari pusat kota. |
| 4 | Kuliner Bugis yang khas | Roti mantao, kanre santan, roti berre, apang paranggi, dan baje canggoreng menjadi pilihan kuliner lokal yang menarik dicoba. |
| 5 | Cocok untuk titik singgah perjalanan | Parepare berada di jalur Makassar menuju Toraja, Pinrang, Palopo, dan Luwu Raya, sehingga nyaman untuk istirahat dalam perjalanan darat. |
Kuliner Bugis dan Makanan Khas Parepare
Kuliner menjadi alasan kuat untuk berhenti lebih lama di Parepare. Kota ini punya makanan khas yang dekat dengan rasa Bugis, makanan rumahan, jajanan tradisional, dan hidangan laut. Beberapa makanan khas Parepare yang populer antara lain roti mantao, kanre santan atau kanse, roti berre, apang paranggi, dan baje canggoreng.
Roti mantao menjadi salah satu makanan yang mudah dibawa pulang. Teksturnya lembut dan sering dinikmati dengan cara dikukus atau digoreng. Kanre santan punya rasa gurih dan cocok untuk wisatawan yang ingin makanan lebih mengenyangkan. Roti berre dibuat dari bahan seperti tepung beras, pisang kepok, kelapa sangrai, dan santan, sehingga memberi rasa manis dan tekstur khas.
| Kuliner | Ciri Rasa | Cocok Dicoba Saat | Catatan Wisata |
|---|---|---|---|
| Roti mantao | Lembut, gurih ringan, bisa digoreng atau dikukus | Sarapan atau oleh oleh | Salah satu makanan khas Parepare yang populer |
| Kanre santan atau kanse | Gurih, berkuah santan, mengenyangkan | Makan siang atau malam | Cocok untuk wisatawan yang ingin hidangan lokal |
| Roti berre | Manis, kenyal, berbahan tepung beras dan pisang | Sarapan atau camilan | Cocok dicari di pasar atau penjual kue lokal |
| Apang paranggi | Manis, lembut, berwarna cokelat gula merah | Camilan sore | Biasanya enak disantap dengan kelapa parut |
| Baje canggoreng | Manis, legit, berbahan kacang dan gula | Oleh oleh | Mudah dibawa pulang |
| Ikan bakar | Gurih, segar, cocok dengan sambal | Makan malam | Sesuai dengan karakter kota pesisir |
| Es pisang ijo | Manis, dingin, lembut | Siang hari | Cocok untuk cuaca Parepare yang hangat |
Rekomendasi Kawasan Kuliner di Parepare
Parepare memiliki pilihan tempat makan yang tersebar di sekitar pusat kota, kawasan tepi laut, dan jalur utama. Wisatawan dapat menyesuaikan pilihan dengan waktu kunjungan, apakah ingin sarapan, makan siang, camilan sore, atau makan malam.
| Kawasan Kuliner | Jenis Menu | Cocok Untuk | Alasan Direkomendasikan |
|---|---|---|---|
| Sekitar Pantai Mattirotasi | Jajanan, seafood, minuman, makanan ringan | Wisatawan sore dan malam | Dekat tepi laut dan cocok setelah menikmati sunset |
| Pusat Kota Parepare | Roti mantao, kanre santan, nasi, lauk lokal | Keluarga dan perjalanan singkat | Mudah dijangkau dari hotel dan monumen |
| Pasar tradisional | Roti berre, apang paranggi, baje canggoreng | Pemburu kuliner lokal | Cocok untuk mencari makanan khas pagi hari |
| Kawasan Tonrangeng | Kuliner malam, minuman, camilan | Anak muda dan wisatawan santai | Bisa digabung dengan jalan malam di Tonrangeng River Side |
| Rumah makan ikan dan seafood | Ikan bakar, cumi, udang, sambal | Rombongan | Cocok untuk makan malam setelah wisata kota |
“Kuliner Parepare paling enak dicari tanpa terlalu banyak rencana. Masuk ke pasar pagi, beli roti berre, lalu malamnya kembali ke tepi laut untuk makan ikan bakar.”
Rekomendasi Penginapan di Parepare

Menginap di Parepare cukup mudah karena kota ini memiliki banyak pilihan hotel dan penginapan. Wisatawan bisa memilih area dekat pantai, pusat kota, monumen, atau jalur utama sesuai rencana perjalanan.
Pilihan akomodasi di Parepare cukup beragam, mulai dari hotel dekat pantai, hotel keluarga, penginapan sederhana, hingga hotel yang cocok untuk singgah sebelum melanjutkan perjalanan ke Toraja atau Makassar.
| Penginapan | Area | Cocok Untuk | Kelebihan |
|---|---|---|---|
| Pare Beach Hotel | Sekitar kawasan pantai | Wisatawan yang ingin dekat laut | Cocok untuk akses mudah ke tepi laut dan suasana sore |
| Bukit Kenari Hotel and Restaurant | Bacukiki Barat | Keluarga dan wisatawan santai | Memiliki suasana kota dari area yang lebih tinggi dan pilihan restoran |
| Hotel Satria Wisata | Soreang | Keluarga, pebisnis, perjalanan nyaman | Cocok untuk wisatawan yang ingin fasilitas lebih lengkap di dalam kota |
| RedDoorz dekat Monumen Habibie Ainun | Pusat kota | Wisatawan hemat | Cocok bagi wisatawan yang ingin dekat ikon kota |
| RedDoorz Hotel Rich Parepare dekat Pantai Mattirotasi | Area pantai | Backpacker dan perjalanan singkat | Akses mudah ke Pantai Mattirotasi |
| Hotel Mario Parepare | Parepare | Keluarga dan perjalanan singkat | Dapat dipilih untuk singgah sebelum lanjut ke Toraja atau Makassar |
| Delima Sari Hotel | Parepare | Wisatawan hemat | Alternatif penginapan sederhana di dalam kota |
| Hotel 88 Parepare | Parepare | Wisatawan kota | Cocok untuk akses ke pusat layanan dan tempat makan |
Fakta Menarik tentang Kota Parepare
Parepare menyimpan sejumlah fakta yang membuatnya menarik sebagai tujuan wisata kota. Fakta ini membantu wisatawan melihat bahwa Parepare bukan hanya kota singgah, tetapi kota dengan identitas yang kuat.
Pertama, Parepare dikenal sebagai kota kelahiran BJ Habibie, tokoh nasional yang lahir pada 25 Juni 1936. Jejaknya dapat ditemukan melalui Monumen Cinta Sejati Habibie Ainun, Museum BJ Habibie, serta beberapa fasilitas publik yang memakai nama Habibie dan Ainun.
Kedua, Parepare memiliki pelabuhan alam yang terbagi dalam Pelabuhan Nusantara, Cappa Ujung, dan Lontangnge. Pembagian ini memperlihatkan karakter kota sebagai simpul penumpang, barang, dan pelabuhan rakyat.
Ketiga, Tonrangeng River Side menjadi salah satu ruang publik yang menarik dikunjungi pada malam hari. Cahaya lampu, jalur jalan, dan suasana sungai memberi warna berbeda dari kawasan pantai.
Keempat, Parepare memiliki kuliner khas yang kuat, mulai dari roti mantao, kanre santan, roti berre, apang paranggi, sampai baje canggoreng. Kuliner ini memberi pengalaman rasa Bugis yang berbeda dari kota lain di Sulawesi Selatan.
Kelima, Parepare cocok dijadikan titik istirahat perjalanan darat. Letaknya di jalur penting dari Makassar menuju utara Sulawesi Selatan membuat kota ini sering menjadi tempat makan, menginap, dan menikmati suasana laut sebelum perjalanan dilanjutkan.
Itinerary Satu Hari Menikmati Parepare
Parepare dapat dinikmati dalam satu hari bila wisatawan datang sejak pagi atau bermalam semalam sebelumnya. Rute ini cocok untuk wisatawan yang ingin melihat jejak Habibie, pelabuhan, kuliner, dan sunset tepi laut.
| Waktu | Kegiatan | Catatan |
|---|---|---|
| 07.00 | Sarapan roti mantao atau roti berre | Cari di pasar atau penjual kue lokal |
| 08.30 | Kunjungan ke Museum BJ Habibie | Cocok untuk mengenal sosok Habibie dari kota kelahirannya |
| 10.00 | Foto di Monumen Cinta Sejati Habibie Ainun | Datang pagi agar tidak terlalu ramai |
| 11.30 | Makan siang kanre santan atau menu Bugis | Pilih rumah makan lokal di pusat kota |
| 13.00 | Berkeliling kawasan pelabuhan dari area aman | Hindari masuk area terbatas |
| 15.30 | Singgah ke Pantai Mattirotasi | Cocok untuk duduk santai dan menunggu sore |
| 17.30 | Menikmati sunset tepi laut | Bawa kamera dan pilih tempat duduk nyaman |
| 19.00 | Makan malam seafood atau jajanan malam | Bisa lanjut ke Tonrangeng River Side |
Perkiraan Biaya Wisata di Parepare
Biaya wisata di Parepare relatif mudah disesuaikan dengan gaya perjalanan. Wisatawan yang datang dari Makassar dapat memilih kendaraan pribadi, travel, atau bus. Jika sudah berada di dalam kota, transportasi lokal dan makanan menjadi pengeluaran utama.
| Kebutuhan | Perkiraan Biaya | Catatan |
|---|---|---|
| Transportasi lokal dalam kota | Rp20.000 sampai Rp150.000 per hari | Tergantung jarak dan jenis kendaraan |
| Bus atau travel dari Makassar | Rp100.000 sampai Rp250.000 per orang | Harga berubah sesuai kelas kendaraan dan musim |
| Sewa mobil dari Makassar | Rp600.000 sampai Rp1.000.000 per hari | Cocok untuk keluarga atau rombongan |
| Makan khas Parepare | Rp25.000 sampai Rp75.000 per orang | Tergantung menu dan tempat makan |
| Seafood tepi laut | Rp50.000 sampai Rp150.000 per orang | Tergantung jenis ikan dan porsi |
| Camilan dan minuman | Rp10.000 sampai Rp50.000 per orang | Cocok untuk sore di tepi laut |
| Penginapan hemat | Mulai sekitar Rp100.000 per malam | Harga berubah sesuai tanggal dan platform pemesanan |
| Hotel nyaman | Rp350.000 ke atas per malam | Cocok untuk keluarga atau perjalanan santai |
| Oleh oleh kuliner | Rp30.000 sampai ratusan ribu | Roti mantao, baje, kue lokal, atau camilan Bugis |
Etika Wisata di Parepare
Parepare adalah kota yang ramah untuk wisatawan, tetapi tetap perlu dinikmati dengan sikap tertib. Saat berada di kawasan pelabuhan, jangan mengganggu pekerja, tidak masuk area terbatas, dan tidak memotret orang dari jarak dekat tanpa izin. Pelabuhan adalah ruang kerja, sehingga wisatawan harus memberi ruang bagi aktivitas harian.
Saat berada di monumen, taman, atau pantai, jaga kebersihan dan buang sampah pada tempatnya. Bila datang malam hari, tetap perhatikan barang bawaan dan pilih area yang ramai. Di kawasan kuliner, hargai pedagang lokal dan tanyakan harga sebelum memesan bila menu tidak mencantumkan tarif.
Waktu Terbaik Berkunjung ke Parepare
Parepare dapat dikunjungi sepanjang tahun. Namun, waktu terbaik untuk menikmati tepi laut adalah sore hari. Pada waktu tersebut, udara lebih nyaman, cahaya langit lebih lembut, dan kawasan seperti Mattirotasi terasa lebih hidup.
Untuk Monumen Cinta Sejati Habibie Ainun, pagi dan malam sama sama menarik. Pagi cocok untuk foto yang lebih tenang, sedangkan malam cocok untuk menikmati lampu kota. Untuk Tonrangeng River Side, malam hari memberi suasana lebih menarik karena lampu warna warni terlihat jelas.
Tips Menikmati Parepare dengan Nyaman
Persiapan perjalanan ke Parepare tidak perlu rumit. Gunakan pakaian yang nyaman untuk cuaca pesisir, bawa air minum, topi, kacamata hitam, dan alas kaki yang enak dipakai berjalan. Siapkan uang tunai kecil untuk parkir, jajanan, dan belanja di pasar.
Bila datang dari Makassar menuju Toraja, sisihkan satu malam di Parepare agar perjalanan tidak terasa terlalu padat. Dengan menginap, wisatawan bisa menikmati sore di tepi laut, makan malam seafood, lalu melanjutkan perjalanan keesokan harinya dengan tenaga yang lebih segar.
Untuk wisata kuliner, jangan hanya mencari restoran besar. Pasar, warung sederhana, dan penjual kue pagi sering memberi pengalaman rasa yang lebih dekat dengan kehidupan warga Parepare.



Comment