Bukit Rimpi di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, adalah salah satu destinasi yang paling cepat mencuri perhatian ketika orang mencari pemandangan perbukitan hijau yang tidak biasa. Tempat ini berada di Desa Tampang, Kecamatan Pelaihari, dan dikenal luas dengan julukan Bukit Teletubbies karena bentuk bukitnya yang bergelombang lembut serta dipenuhi padang rumput luas. Akses ke Bukit Rimpi disebut sekitar 30 menit dari Kota Pelaihari dan sekitar dua jam dari Banjarmasin.
Yang membuat Bukit terasa menonjol bukan hanya karena bukitnya hijau. Daya tarik terkuatnya justru lahir dari kombinasi savana terbuka, garis punggung bukit yang halus, dan suasana pagi yang sangat cocok untuk menikmati matahari terbit. Banyak wisatawan datang karena ingin melihat bentang alam yang terasa lapang, tenang, dan fotogenik tanpa harus menempuh perjalanan pendakian yang terlalu berat. Tempat ini memang terkenal sebagai spot sunrise dengan panorama perbukitan yang luas.
Bagi wisatawan yang ingin mengenal Kalimantan Selatan dari sisi yang lebih lembut, Bukit Rimpi memberi pengalaman yang berbeda dari sungai, pasar terapung, atau wisata kota. Di sini, yang dijual bukan keramaian buatan, melainkan kontur bukit, hamparan rumput, udara terbuka, dan rasa lega ketika memandang jauh ke depan tanpa terhalang bangunan. Foto foto yang sering beredar juga memperlihatkan punggung bukit hijau yang memanjang dengan lanskap sekitar yang masih terasa alami.
“Bukit Rimpi memberi rasa tenang yang datang dari hal sederhana, rumput hijau, garis bukit, dan langit pagi yang perlahan berubah warna.”
Mengapa Bukit Rimpi Selalu Menarik untuk Dikunjungi

Ada banyak bukit savana di Indonesia, tetapi Bukit Rimpi punya identitas visual yang sangat mudah dikenali. Bentuk bukitnya membulat, berlapis, dan tampak bersih dari kejauhan, sehingga orang yang melihat fotonya sering langsung paham kenapa tempat ini dijuluki Bukit Teletubbies. Bukit Rimpi memang dikenal sebagai perbukitan dengan padang savana hijau yang terkenal karena bentuk gundukannya.
Daya tarik lain ada pada aksesnya yang cukup realistis. Lokasi Bukit Rimpi berada di Tampang, Kecamatan Pelaihari, Tanah Laut, dengan akses dari Kota Banjarbaru sekitar 20 menit atau sekitar 15 kilometer, dan jalan menuju lokasi sudah beraspal dengan rambu penunjuk, meski mendekati area parkir terdapat jalan tanah. Sementara sumber lain menyebut jarak tempuh dari Banjarmasin sekitar dua jam. Perbedaan ini kemungkinan berasal dari titik keberangkatan yang berbeda, tetapi keduanya menunjukkan bahwa Bukit masih sangat mungkin dicapai untuk perjalanan singkat.
Bukit Rimpi juga menarik karena tidak menuntut pola wisata yang rumit. Tempat ini cocok untuk wisatawan yang hanya ingin datang sebentar menikmati pemandangan, tetapi juga cocok bagi yang ingin lebih lama duduk, memotret, atau menunggu momen sunrise dan sunset. Informasi publik yang sering muncul juga menampilkan Bukit sebagai tujuan wisata yang cukup jelas jam kunjungannya, yakni sekitar 08.00 sampai 17.00 WITA.
Julukan Bukit Teletubbies yang Membuatnya Cepat Viral
Julukan Bukit Teletubbies bukan sekadar nama lucu. Justru nama inilah yang membuat Bukit Rimpi cepat dikenal oleh wisatawan luar daerah. Bentuk gundukan bukit yang menyerupai latar serial Teletubbies disebut sebagai alasan utama tempat ini begitu mudah diingat. Ketika sebuah destinasi punya bentuk visual yang kuat dan nama yang mudah melekat, penyebarannya di media sosial pun biasanya berjalan lebih cepat.
Lanskapnya Sederhana, tetapi Sangat Kuat
Bukit Rimpi bukan tempat yang mengandalkan bangunan megah atau wahana ramai. Justru pesonanya datang dari lanskap yang sederhana. Hamparan rumput, jalur kecil di atas bukit, dan garis horizon yang luas membuat tempat ini terasa jujur. Kekuatan visualnya memang bertumpu pada lekuk bukit hijau dan ruang pandang yang terbuka.
Savana Hijau yang Menjadi Karakter Utama Bukit Rimpi
Ketika orang datang ke Bukit Rimpi, yang paling membekas biasanya adalah kesan savananya. Banyak destinasi perbukitan di Indonesia terlihat indah karena pepohonan rapat atau hutan pinus, tetapi Bukit Rimpi justru kuat karena terbuka. Ruang pandangnya lebih luas, garis bukit lebih terbaca, dan tekstur rumput menjadi unsur utama yang mengisi seluruh lanskap. Bukit memang dikenal sebagai bukit yang ditumbuhi padang savana hijau dengan pemandangan elok.
Dalam kondisi tertentu, warna bukit bisa berubah mengikuti musim. Banyak ringkasan wisatawan menyebut pemandangan Bukit Rimpi menampilkan bukit berwarna hijau dan kuning tergantung keadaan rumput. Itu artinya, pengalaman visual di tempat ini tidak selalu identik setiap waktu. Saat musim hijau, suasana terasa lebih segar dan lembut. Saat warna rumput lebih kering, karakter savananya justru bisa terasa lebih kuat.
Kondisi ini membuat Bukit menarik untuk dikunjungi lebih dari sekali. Pemandangannya bukan tipe yang benar benar statis. Cahaya pagi, cuaca, dan warna rumput memberi nuansa yang berbeda. Inilah salah satu alasan mengapa tempat seperti ini tidak cepat membosankan bagi pencinta lanskap.
“Di Bukit Rimpi, pemandangan tidak terasa rumit, tetapi justru karena itu mata bisa menikmatinya lebih lama.”
Sunrise yang Menjadi Alasan Banyak Orang Datang Pagi
Judul dan citra Bukit Rimpi sangat kuat terhubung dengan sunrise. Hal ini masuk akal karena savana terbuka seperti ini memang paling indah dinikmati pada saat cahaya masih rendah dan lembut. Bukit Rimpi memang dikenal sebagai destinasi yang cocok untuk menikmati lanskap savana, dan banyak wisatawan menempatkan sunrise sebagai salah satu momen yang paling dicari di sini.
Saat pagi, warna rumput biasanya terlihat lebih hidup. Bayangan bukit juga membentuk lapisan yang lebih jelas, dan udara terasa lebih nyaman untuk berjalan. Ini penting karena destinasi bukit terbuka sering kali jauh lebih menyenangkan pada pagi hari dibanding tengah hari, ketika cahaya lebih keras dan suhu lebih tinggi. Walau informasi jam operasional publik yang sering ditemukan menampilkan waktu 08.00 sampai 17.00, banyak wisatawan tetap membicarakan Bukit Rimpi sebagai spot terbaik untuk mengejar nuansa pagi. Ini menunjukkan bahwa pengalaman sunrise bisa terkait dengan jadwal kunjungan lapangan, komunitas lokal, atau momentum tertentu, sehingga wisatawan sebaiknya mengecek kondisi terbaru sebelum berangkat.
Dari sudut fotografi, pagi juga memberi hasil yang paling baik. Kontur bukit tampak lebih jelas, langit tidak terlalu datar, dan warna rumput lebih kaya. Bagi pengunjung yang datang untuk konten atau sekadar ingin mengabadikan pemandangan terbaik, waktu pagi adalah pertaruhan yang paling aman.
Mengapa Pagi Hari Lebih Istimewa di Bukit Rimpi
Bukit seperti Rimpi bekerja sangat baik dengan cahaya miring. Saat matahari masih rendah, permukaan bukit terlihat berlapis dan setiap gundukan punya tekstur yang lebih nyata. Inilah yang membuat sunrise di sini terasa spesial. Bukan semata karena matahari terbit itu sendiri, tetapi karena lanskap savananya benar benar hidup ketika terkena cahaya pagi.
Cocok untuk yang Suka Suasana Tenang
Datang pagi juga memberi suasana yang lebih sepi. Untuk destinasi yang dikenal karena pemandangan dan ruang terbuka, ketenangan seperti ini justru menjadi bagian penting dari pengalaman. Wisatawan yang datang terlalu siang sering tetap mendapatkan panorama indah, tetapi kehilangan bagian terbaik dari Bukit Rimpi, yaitu rasa tenang yang muncul sebelum tempat ini lebih ramai.
Perjalanan Menuju Bukit yang Menyenangkan Tanpa Terlalu Berat
Bukit Rimpi bukan tujuan yang menuntut pendakian panjang seperti gunung. Justru daya tariknya ada pada kemudahan relatif untuk menikmati pemandangan besar tanpa usaha yang terlalu ekstrem. Banyak pengunjung menyebut tempat ini memiliki pemandangan indah yang tidak terlalu jauh dari jalan utama, yang memberi kesan bahwa bukit ini lebih ramah untuk wisatawan umum.
Dari sisi akses kendaraan, kondisi jalan menuju Bukit Rimpi dari Pelaihari sudah cukup baik dan telah beraspal, dengan rambu penunjuk dari kota ke lokasi. Ada jalan tanah ketika mendekati area parkir, yang berarti wisatawan tetap perlu sedikit kesiapan, terutama saat musim hujan. Namun secara umum, akses seperti ini masih tergolong nyaman untuk destinasi perbukitan.
Kombinasi jalan aspal, penunjuk arah, dan bentang bukit yang terbuka membuat perjalanan ke Bukit Rimpi terasa bersahabat. Tempat ini cocok untuk keluarga muda, rombongan teman, maupun wisatawan solo yang ingin mencari panorama tanpa logistik rumit. Itulah sebabnya namanya terus muncul sebagai salah satu wisata alam yang cepat direkomendasikan di Tanah Laut.
Lima Hal yang Paling Menarik dari Bukit Rimpi

Bukit Rimpi layak masuk daftar wisata Kalsel karena ada beberapa unsur yang benar benar membuatnya menonjol.
1. Bentuk savananya sangat khas
Bukit Rimpi dikenal karena gundukan bukit hijau yang mengingatkan orang pada Bukit Teletubbies. Bentuk inilah yang menjadi identitas utamanya dan membuatnya mudah dikenali hanya dari foto.
2. Cocok untuk menikmati sunrise
Lanskap terbuka dan punggung bukit yang panjang membuat tempat ini sangat cocok untuk suasana pagi. Banyak wisatawan menempatkan sunrise sebagai salah satu alasan utama datang ke sini.
3. Aksesnya relatif mudah
Lokasinya masih realistis dijangkau dari Pelaihari, Banjarbaru, maupun Banjarmasin. Jalan menuju area juga disebut sudah beraspal dengan petunjuk arah yang tersedia, meski mendekati parkir ada jalan tanah.
4. Fotogenik tanpa perlu banyak fasilitas buatan
Pemandangan utama Bukit Rimpi sudah cukup kuat. Walau ada beberapa spot foto kreatif dari warga, inti daya tariknya tetap pada lanskap alami yang terbuka.
5. Ramah di kantong
Tiket masuk Bukit Rimpi sering disebut masih sangat terjangkau, dengan biaya tambahan parkir yang juga ringan. Biaya seperti ini membuat Bukit Rimpi terasa bersahabat untuk wisata singkat. Karena tarif dapat berubah, angka di lapangan sebaiknya dipahami sebagai kisaran, bukan patokan mutlak.
“Bukit Rimpi menarik karena memberi pemandangan besar tanpa menuntut perjalanan yang terlalu besar.”
Aktivitas yang Paling Nikmat Dilakukan di Bukit Rimpi
Aktivitas utama di Bukit Rimpi tentu menikmati pemandangan savana dari atas. Namun pengalaman di sini tidak berhenti pada berdiri sebentar lalu pulang. Tempat ini sangat cocok untuk jalan santai di punggung bukit, mengambil foto dengan sudut lanskap lebar, atau sekadar duduk menunggu perubahan cahaya. Bukit Rimpi memang cocok untuk menyaksikan sunrise dan menikmati pemandangan yang tidak jauh dari akses utama.
Untuk pemburu foto, Bukit Rimpi memberi komposisi yang sangat ramah. Garis bukit yang halus, jejak jalan kecil di atas rumput, dan latar perbukitan berlapis menjadikan hampir setiap sudut punya potensi. Puncak bukit dan garis jalurnya menjadi elemen visual paling kuat.
Bagi wisatawan yang suka perjalanan lebih santai, tempat ini juga enak untuk piknik ringan, berbincang, atau menikmati suasana pedesaan sekitar. Bukit Rimpi tidak hanya menarik sebagai spot wisata, tetapi juga sebagai ruang tenang untuk berhenti sejenak dari ritme kota.
Waktu Terbaik Datang ke Bukit Rimpi
Waktu terbaik ke Bukit Rimpi pada dasarnya adalah pagi, terutama bila tujuan utamanya mengejar suasana sunrise dan cahaya lembut di savana. Lanskap seperti ini bekerja paling baik ketika matahari baru naik dan suhu belum terlalu panas. Selain itu, pagi juga memberi kesempatan menikmati bukit saat masih lebih sepi. Hal ini sejalan dengan posisi Bukit Rimpi yang dikenal sebagai spot sunrise.
Menjelang sore juga tetap menarik, terutama untuk pengunjung yang lebih suka cahaya hangat dan bayangan bukit yang lebih tegas. Namun jika harus memilih satu waktu yang paling mewakili karakter Bukit Rimpi, pagi tetap lebih kuat. Perlu dicatat, beberapa halaman informasi tiket menampilkan jam operasional sekitar 08.00 sampai 17.00, sementara informasi lain juga menulis jadwal serupa dengan catatan tertentu. Karena informasi seperti ini bisa berubah antar pengelola atau sumber, wisatawan paling aman mengecek lagi sebelum berangkat.
Saat musim hujan, kondisi jalan tanah dekat parkir bisa lebih licin. Karena itu, hari cerah jelas lebih nyaman untuk pengalaman menyeluruh.
Rekomendasi Penginapan di Sekitar Bukit Rimpi
Karena Bukit Rimpi berada di koridor Pelaihari, pilihan menginap paling realistis ada di Pelaihari, Banjarbaru, atau Banjarmasin. Untuk yang ingin basis paling dekat, Pelaihari lebih praktis. Untuk yang ingin fasilitas kota lebih lengkap atau datang lewat jalur udara, Banjarbaru lebih aman.
| Nama penginapan | Area | Keunggulan utama | Cocok untuk |
|---|---|---|---|
| Sinar Hotel Pelaihari | Pelaihari | Basis paling praktis untuk menuju Bukit Rimpi | Keluarga dan wisatawan singkat |
| Hotel Candri Pelaihari | Pelaihari | Opsi akomodasi lokal di koridor kota Pelaihari | Wisatawan hemat dan perjalanan kerja |
| Favehotel Banjarbaru | Banjarbaru | Nyaman untuk tamu dari luar daerah dengan akses kota lebih lengkap | Keluarga dan wisatawan udara |
| Novotel Banjarmasin Airport | Banjarbaru | Praktis untuk perjalanan yang terhubung dengan bandara | Wisatawan luar kota dan bisnis |
Untuk pengunjung umum, Pelaihari atau Banjarbaru sering menjadi basis paling praktis karena posisi dan fasilitasnya seimbang. Banjarmasin cocok untuk yang sekalian ingin menjelajahi lebih banyak destinasi kota.
Rekomendasi Kuliner di Sekitar Bukit Rimpi
Untuk urusan makan, jalur paling aman adalah menikmati kuliner di Pelaihari, Banjarbaru, atau Banjarmasin sebelum atau sesudah ke Bukit Rimpi. Karena destinasi ini lebih kuat sebagai wisata panorama, pola terbaik biasanya makan utama di kota lalu membawa camilan ringan atau minuman sebelum naik ke bukit.
Kuliner yang paling cocok untuk menutup perjalanan seperti ini tentu masakan Banjar. Soto Banjar, ketupat kandangan, nasi kuning Banjar, ikan haruan, dan aneka kue pasar sangat pas untuk menjadi bagian dari perjalanan alam di Kalimantan Selatan.
Sesudah dari bukit, minuman hangat atau kopi sering terasa paling nikmat. Tempat seperti Bukit Rimpi biasanya meninggalkan rasa lega dan lapar yang sederhana, sehingga makanan yang paling cocok justru bukan yang rumit, melainkan yang akrab dan mengenyangkan.
Makanan yang Paling Enak Setelah Turun dari Bukit
Sesudah berjalan di savana dan cukup lama menikmati pemandangan, soto Banjar atau nasi dengan lauk ikan adalah pilihan yang sangat masuk akal. Untuk camilan, gorengan dan teh hangat juga sudah cukup memberi penutup yang menyenangkan. Perjalanan seperti ini memang lebih pas ditutup dengan rasa yang hangat dan akrab.
Fakta Menarik tentang Bukit Rimpi
Ada beberapa hal yang membuat Bukit Rimpi layak dikenal lebih dekat.
Berada di Desa Tampang, Kecamatan Pelaihari
Lokasi ini disebut konsisten pada berbagai informasi wisata, sehingga menjadi penanda utama untuk menyusun rute.
Dikenal luas sebagai Bukit Teletubbies
Julukan ini bukan hanya populer di media sosial, tetapi juga dipakai secara konsisten dalam berbagai ringkasan destinasi dan desa wisata resmi.
Akses dari Pelaihari sekitar 30 menit
Bukit Rimpi bisa ditempuh sekitar 30 menit dari Kota Pelaihari, yang menunjukkan destinasi ini cukup realistis untuk perjalanan singkat.
Dekat ke jalur wisata lain di Tanah Laut
Koridor Pelaihari memiliki beberapa titik wisata lain, sehingga Bukit Rimpi cukup mudah dimasukkan ke itinerary yang lebih luas di Tanah Laut.
Bukit Rimpi Sebagai Alasan Kuat Menjelajah Tanah Laut
Bukit Rimpi membuktikan bahwa Kalimantan Selatan tidak hanya kuat pada sungai, kuliner, dan pasar terapung. Di Tanah Laut, ada savana bukit yang sederhana tetapi sangat kuat secara visual, cukup dekat untuk dikunjungi, dan punya suasana pagi yang sulit dilawan. Kombinasi inilah yang membuat Bukit Rimpi layak masuk daftar wisata Kalsel.
Bagi wisatawan yang ingin melihat sisi lain Kalimantan Selatan, Bukit Rimpi adalah pilihan yang sangat layak. Tempat ini tidak menjanjikan keramaian buatan, tetapi menawarkan sesuatu yang justru lebih tahan lama di ingatan, yaitu pemandangan savana hijau yang luas, sunrise yang lembut, dan rasa tenang yang datang tanpa perlu dibuat ramai.



Comment